JAKARTA (BP) - Pemerintah menegaskan ketentuan penempatan anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) pada jabatan sipil masih sah dan memiliki dasar hukum yang kuat pascaputusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 223/PUU-XXIII/2025 yang dibacakan pada Senin (19/1/2026).
Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra menyampaikan, MK secara tegas menolak permohonan uji materiil terhadap Pasal 19 ayat (2), ayat (3), dan ayat (4) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), serta Penjelasan Pasal 28 ayat (3) Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Dengan penolakan tersebut, MK menyatakan seluruh...
JAKARTA (BP) - Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Azis Subekti, menegaskan bahwa perbatasan negara tidak semestinya dimaknai hanya sebagai garis pemisah wilayah. Lebih dari itu, perbatasan merupakan ruang kehidupan masyarakat yang membutuhkan kehadiran negara secara berkesinambungan.
Pandangan tersebut...
JAKARTA (BP) - Penunjukan Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono sebagai salah satu kandidat Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) kerap dikaitkan dengan isu adanya campur tangan Presiden Prabowo Subianto. Namun, anggapan tersebut ditepis oleh Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun. Ia menegaskan, proses pengisian jabatan Deputi Gubernur BI yang akan ditinggalkan Juda Agung berjalan sesuai mekanisme konstitusional dan ketentuan...
ISRA Mikraj dirayakan saban tahun. Para penceramah bercerita tentang pengalaman Nabi Muhammad SAW di Sidratul Muntaha, tempat batas pengetahuan. Bagaimanapun, peristiwa itu adalah cerita favorit kaum sufi yang merindukan perjumpaan dengan Tuhan. Namun, setelah ’’berjumpa’’ Tuhan, Nabi memilih untuk turun ke bumi, bukan bermastautin di langit, yang juga mirip dengan cerita Zarathustra.
Tetapi, pernahkah moral cerita tersebut membekas di benak umat? Lalu, adakah pengetahuan mistik itu merembes pada perbuatan sehari-hari? Doa pertanyaan yang layak direnungkan.
Kini, orang modern acap melupakan langit dan mengutamakan bumi. Ekonomi telah menjadi tumpuan semua manusia. Ekspresi-ekspresi kebudayaan, sosial, politik, dan budaya adalah kehendak untuk mengaut kekayaan materi. Mereka sedang berburu ’’celeng’’ untuk menemukan makna hidup. Tak...