Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra resmi menjabat Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam setelah dilantik langsung Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (20/2). Pelantikan ini menjadi tonggak sejarah baru bagi Batam, yang menandai dimulainya kepemimpinan Amsakar dan Li Claudia dalam memimpin Kota Batam.
Selain Amsakar dan Li Claudia, pelantikan ini juga dihadiri oleh 480 pasangan kepala daerah terpilih lainnya dari seluruh Indonesia. Acara dimulai pada pukul 09.00 WIB, dengan para kepala daerah yang sudah berkumpul di kawasan Monas untuk melakukan persiapan. Pukul 09.30 WIB, mereka mulai membentuk barisan dengan didahului oleh Drum Band Gita Praja IPDN, dan kemudian berjalan bersama menuju Istana Merdeka melalui pintu utama.
Selama prosesi pelantikan, dibacakan Keputusan Presiden (Keppres) dan Keputusan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), dilanjutkan dengan pemberian Surat Keputusan (SK) dan penyematan tanda pangkat jabatan kepala daerah. Acara diakhiri dengan pengambilan sumpah jabatan oleh Presiden RI, penandatanganan Berita Acara Pelantikan (BAP), dan ucapan selamat dari Presiden dan Wakil Presiden RI kepada seluruh kepala daerah yang baru dilantik.
Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh masyarakat Batam yang telah memberikan dukungan dan kepercayaan penuh kepadanya selama proses Pilkada Batam. “Terima kasih tak terhingga atas dukungan yang diberikan selama kontestasi pilkada. Support ini menjadi bagian yang saling memperkuat antara kami dan masyarakat,” ujar Amsakar.
Amsakar juga menegaskan bahwa amanah yang diberikan kepadanya dan Li Claudia akan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan ekspektasi masyarakat Batam. ”Kami berkomitmen untuk bekerja keras dan memberikan yang terbaik untuk Batam, serta memastikan pembangunan yang berkelanjutan. Mari bersatu kembali, dan berhenti memperbincangkan narasi-narasi kontraproduktif. Kebersamaan adalah kunci keberhasilan kita ke depan,” tambahnya.
Di hari sama, selain dilantik jadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam, Amsakar dan Li Claudia juga dilantik sebagai Kepala dan Wakil Kepala BP Batam.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, melantik Wali Kota Batam 2025-2030 Amsakar Achmad sebagai Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (BP Batam) di Gedung Ali Wardhana, Kementerian Perekonomian RI, Jakarta, Kamis (20/2). Bersamaan dengan itu, Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra juga dilantik sebagai Wakil Kepala BP Batam. Pelantikan ini didasarkan pada Keputusan Dewan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam Nomor 1 Tahun 2025 tanggal 20 Februari 2025.
Dalam sambutannya, Airlangga, menyampaikan, harapannya agar kepemimpinan Amsakar dan Li Claudia dapat membawa Batam menjadi kota yang lebih maju, tidak hanya sebagai pusat industri tetapi juga sebagai kota jasa dengan pelayanan pemerintahan yang lebih baik dan adaptif.
”Tadi pagi (kemarin) Bapak Presiden Prabowo Subianto telah melantik Bapak Amsakar Achmad sebagai Wali Kota Batam dan Ibu Li Claudia sebagai Wakil Wali Kota Batam. Untuk itu, saya mengucapkan selamat melaksanakan tugas untuk periode 2025-2030,” kata Airlangga.
Pelantikan ini disaksikan oleh dua saksi, yaitu Susiwijono selaku Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Elen Setiadi, Deputi Bidang Koordinasi Energi dan Sumber Daya Mineral Kemenko Perekonomian. Airlangga mengatakan, Batam harus mampu meningkatkan daya saing kawasan serta menata pengelolaan lahan yang semakin terbatas, terutama dengan pengem-bangan ke wilayah Rempang, Galang, dan Galang Baru.
”Tata kelola lahan penting untuk kepastian investasi, sementara pelayanan investasi perlu dipermudah. Saya yakin Bapak Amsakar Achmad dan Ibu Li Claudia dapat melakukan koordinasi secara baik dengan berbagai stakeholder di Batam serta dengan kementerian/lembaga yang dapat dijembatani oleh Dewan Kawasan,” ucap Airlangga.
Dalam beberapa tahun terakhir, Batam menunjukkan performa ekonomi yang mengesankan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Batam pada 2023 tercatat sebesar 7,04%, jauh di atas pertumbuhan Provinsi Kepulauan Riau yang berada di angka 5,20% dan nasional sebesar 5,05%.
Sementara pada triwulan III 2024, Batam mampu mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 7,50%. Batam juga memiliki tingkat penyerapan tenaga kerja yang tinggi, dengan 656 ribu pekerja atau sekitar 70% dari jumlah penduduk usia kerja.
Tingkat pengangguran terbuka di Batam pada Agustus 2024 turun menjadi 7,68%, jauh membaik dibandingkan angka 11,79% pada tahun 2020. Nilai realisasi investasi di Batam terus menunjukkan tren positif.
Pada triwulan III 2024, total investasi mencapai Rp6,931 triliun, dengan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp4,510 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp2,421 triliun.
Batam juga menjadi kota istimewa dengan memiliki tiga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), yaitu KEK Batam Aero Technic di bidang industri perawatan pesawat, KEK Nongsa yang berfokus pada pusat data dan ekonomi digital, serta KEK Pariwisata dan Kesehatan Internasional Batam yang akan bekerja sama dengan RS Internasional Apollo India. Dengan potensi besar tersebut, Airlangga berharap kepemimpinan baru di BP Batam dapat mendorong investasi yang lebih progresif.
”Kami harapkan Batam akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, tidak hanya di Kepulauan Riau tetapi juga di tingkat nasional. Dengan kepemimpinan Bapak Amsakar dan Ibu Li Claudia, kami optimis investasi di Batam dapat meningkat dua kali lipat,” tegasnya.
Pelantikan ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 4 Tahun 2025 tentang Perubahan Ketiga PP Nomor 46 Tahun 2007 mengenai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam.
Dalam aturan tersebut, Kepala BP Batam dijabat secara ex-officio oleh Wali Kota Batam, sedangkan Wakil Kepala BP Batam dijabat oleh Wakil Wali Kota Batam.
Di akhir sambutannya, Menko Airlangga mengucapkan terima kasih kepada Kepala BP Batam sebelumnya, Muhammad Rudi, dan Wakil Kepala BP Batam sebelumnya, Purwiyanto, atas dedikasi mereka dalam memajukan Batam.
”Berbagai infrastruktur strategis telah dibangun, termasuk jalan, flyover, pelabuhan, Bandara Hang Nadim, serta kawasan industri. Semoga segala upaya yang telah dilakukan menjadi amal ibadah dan kami doakan agar keduanya tetap sehat dan sukses,” ungkapnya.
Sementara itu, Amsakar Achmad menyampaikan komitmennya untuk memperkuat kinerja BP Batam dan mendorong investasi yang lebih besar di masa depan.
”Saya mengajak keluarga besar BP Batam, mari kita solid, kompak, dan bersatu untuk membuat lompatan-lompatan baru ke depan agar kita bisa maksimal melaksanakan kewenangan yang diberikan kepada kita. Ayo bersama bergerak untuk investasi dan perekonomian yang lebih baik,” ujar Amsakar.
Menyinggung mengenai pengelolaan BP Batam, Amsakar mengajak seluruh pemangku kepentingan di Batam, mulai dari pelaku usaha hingga masyarakat, untuk bersama-sama memberikan masukan dan saran demi mendorong pertumbuhan investasi di Batam.
”Kami diberi amanah untuk bekerja bersama BP Batam, dan kita semua harus bersama-sama berkontribusi untuk mendorong Batam menjadi kota yang lebih maju dan berkembang,” ucapnya.
Acara pelantikan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu; perwakilan Kementerian Keuangan; Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad; Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris; dan Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Iman Sutiawan. Dengan kepemimpinan baru ini, BP Batam diharapkan mampu menjawab tantangan global dan memperkuat posisi Batam sebagai pusat investasi dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
Semua Kada Diminta Dahulukan Kepentingan Rakyat
Rakyat. Kata itu paling sering diucapkan Presiden Prabowo Subianto saat melantik 961 kepala daerah dan wakilnya di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (20/2).
Prabowo meminta kepala daerah menjadi pelayan rakyat, abdi rakyat, dan selalu membela kepentingan rakyat.
Dalam arahannya, Prabowo mengatakan, pelantikan serentak yang melibatkan 961 kepala daerah dan wakilnya menunjukkan betapa besar bangsa Indonesia. Terdapat banyak keragaman, tapi mampu menjalankan demokrasi yang hidup, berjalan, dan dinamis.
Prabowo mengingatkan kepala daerah untuk tidak mengkhianati kepercayaan rakyat. Apa yang telah disampaikan dalam kampanye dan saat turun ke masyarakat harus dipegang. Karena itu, dia meminta agar kepala daerah bisa menjadi pelayan dan abdi rakyat.
”Saudara harus membela kepentingan rakyat. Saudara harus menjaga kepentingan rakyat kita. Saudara harus berjuang untuk perbaikan hidup mereka,” ujarnya. (***)
Reporter : JP GROUP, FISKA JUANDA, ARJUNA
Editor : RYAN AGUNG