Buka konten ini

BINTAN (BP) – Seorang pengusaha toko material di Kabupaten Bintan mengalami kerugian sekitar Rp500 juta setelah menjadi korban penipuan bermodus pembayaran menggunakan cek kosong. Pelaku yang merupakan rekan bisnis korban kini telah diamankan Polsek Bintan Timur.
Korban berinisial TM diduga ditipu oleh A, yang membeli material bangunan dengan menggunakan cek. Pada awalnya, seluruh transaksi berjalan lancar sehingga korban terus melayani permintaan barang dari pelaku.
Kanit Reskrim Polsek Bintan Timur, Iptu Yofi Akbar, mengatakan kasus tersebut bermula pada 2025 ketika pelaku mulai mengambil material dari toko milik korban di wilayah Bintan Timur.
”Awalnya pembayaran menggunakan cek berjalan lancar. Seiring waktu, jumlah barang yang diambil semakin banyak,” ujar Yofi, Kamis (9/7).
Namun, ketika korban mencoba mencairkan cek ke bank, pembayaran ditolak karena saldo rekening pelaku tidak mencukupi.
Korban kemudian meminta agar pembayaran dilakukan secara tunai. Meski demikian, pelaku tidak juga melunasi kewajibannya, sementara pengambilan barang terus berlangsung hingga akhirnya korban menghentikan pengiriman material.
Belakangan, korban kembali mendatangi bank untuk mencairkan cek yang diberikan pelaku. Hasilnya tetap sama.”Pihak bank menolak pencairan karena saldo rekening pelaku kosong,” kata Yofi.
Merasa menjadi korban penipuan, TM kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Bintan Timur. Polisi yang menerima laporan langsung mengamankan pelaku untuk menjalani pemeriksaan.
Dari hasil penyelidikan sementara, pelaku mengakui membeli material menggunakan cek tanpa dana yang cukup. Barang-barang tersebut kemudian dijual kembali dengan harga lebih murah agar cepat memperoleh uang tunai.”Uangnya dipakai untuk keperluan pribadi.
Istilahnya gali lubang tutup lubang untuk membayar utang yang lain,” ungkap Yofi.
Akibat perbuatannya, pelaku kini ditahan di Polsek Bintan Timur dan menjalani proses hukum lebih lanjut.
Yofi mengimbau para pelaku usaha lebih berhati-hati menerima pembayaran menggunakan cek, terutama untuk transaksi bernilai besar.
”Pastikan terlebih dahulu kepada pihak bank bahwa dana tersedia sebelum barang dikirim,” pungkasnya. (*)
Reporter : SLAMET NOFASUSANTO
Editor : GUSTIA BENNY