Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Pria toxic sering melontarkan ucapan kejam tanpa rasa bersalah maupun pertimbangan terhadap perasaan orang lain.
Psikologi mengungkap bahwa di balik kata-kata ini sering tersembunyi pola gaslighting yang dirancang untuk mengontrol pasangan.
Ucapan yang tampak sepele bisa menjadi alat manipulasi yang merusak kepercayaan diri korban secara perlahan. Dilansir dari laman YourTango pada Selasa (30/6), berikut sembilan ucapan kejam yang sering diucapkan pria toxic tanpa berpikir dua kali tentang dampaknya.
1. “Kamu terlihat konyol”
Ucapan yang tampak bercanda ini sebenarnya senjata untuk menanamkan rasa malu pada pasangan.Meremehkan kebahagiaan orang lain adalah cara melindungi ego yang rapuh dari rasa cemburu tersembunyi. Setiap komentar mengejek kecil adalah cara mereka menjadikan masalah pribadi sebagai urusan orang lain.
2. “Aku satu-satunya orang yang kamu punya”
Pria toxic tidak mendukung pasangan membangun pertemanan yang kuat di luar hubungan mereka. Semakin terisolasi korban dari orang-orang terdekat, semakin mudah bagi pelaku manipulasi untuk mengendalikan mereka. Korban sering digaslight hingga merasa gila ketika mencoba mencari bantuan dari orang lain.
3. “Kamu terlalu berlebihan”
Gaslighting bekerja dengan menanamkan keraguan dan rasa tidak aman yang mendalam pada korban.Ucapan ini biasanya datang dari seseorang yang ingin meniadakan emosi jujur yang sedang dirasakan pasangannya.
4. “Kamu selalu memutarbalikkan kata-kataku”
Orang yang gemar berbohong cenderung mempertahankan narasi palsu mereka demi melindungi ego yang rapuh. Daripada mengakui kesalahan, mereka justru membuat korban merasa bertanggung jawab atas rasa sakit yang ditimbulkan.
5. “Kamu sebenarnya baik-baik saja”
Mengabaikan kebutuhan dan ketakutan pasangan adalah tanda jelas dari seseorang yang tidak berempati. Ucapan seperti ini sering muncul dari pria yang terobsesi dengan kekuasaan, kontrol, dan citra diri.
6. “Tidak ada yang akan mencintaimu”
Frasa ini dirancang untuk membuat korban merasa tidak berharga dan kehilangan rasa percaya diri.Korban yang merasa tidak aman akan semakin bergantung pada pelaku manipulasi yang sebenarnya menyakitinya.
7. “Kamu yang membuatku melakukan ini”
Menyalahkan korban adalah taktik favorit pria toxic untuk menghindari tanggung jawab atas perbuatannya. Pola ini menciptakan dinamika hubungan di mana permintaan maaf yang layak tidak pernah benar-benar terjadi.
8. “Itu cuma bercanda”
Menyembunyikan kekejaman di balik humor adalah respons pasif agresif yang umum dilakukan pria toxic. Bahkan ketika ucapan mereka sangat menyakitkan, mereka tetap berlindung di balik alasan selera humor.
9. “Itu tidak pernah terjadi”
Penyangkalan terhadap kenyataan adalah bentuk gaslighting yang bertujuan menghindari tanggung jawab sepenuhnya. Mereka terus mengalihkan fakta hingga korban menyerah. (*)
Laporan : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI
