Buka konten ini

BINTAN (BP) – Satpolairud Polres Bintan menemukan sejumlah kelalaian dari operator wisata mangrove, CV Bintan Abadi Pertiwi, terkait insiden terbaliknya speedboat yang mengangkut delapan wisatawan asal Singapura di perairan Sebong Lagoi, Kecamatan Teluk Sebong, Bintan.
Kanit Gakkum Satpolairud Polres Bintan, Ipda Ronald E. Sihotang, mengatakan hasil penyelidikan menunjukkan operator wisata tersebut tidak memiliki Surat Keterangan Kecakapan (SKK), yang menjadi syarat wajib dalam operasional wisata perairan.
“Kelalaiannya, operator sebagai pengelola wisata tour mangrove tidak memiliki SKK,” ujar Ronald, Jumat (19/6).
Atas temuan tersebut, polisi menghentikan sementara aktivitas wisata mangrove yang dikelola perusahaan itu hingga dokumen SKK dapat ditunjukkan.
Menurut Ronald, setiap operator wisata mangrove wajib memiliki SKK sebelum menjalankan kegiatan usahanya.
“Jadi setiap operator wajib punya SKK baru bisa beroperasi. Untuk sementara, operasional dihentikan sampai operator tersebut menunjukkan SKK,” katanya.
Selain itu, penyidik juga menemukan pelanggaran lain berupa adanya penumpang anak berusia di bawah lima tahun dalam perjalanan wisata tersebut.
Ronald menjelaskan, anak usia di bawah lima tahun dinilai belum mampu menyelamatkan diri secara mandiri apabila terjadi keadaan darurat di laut, meskipun telah menggunakan jaket pelampung.
“Kalau anak usia di bawah lima tahun dan terjadi sesuatu, mereka belum tahu harus berbuat apa, belum bisa berenang atau menyelamatkan diri,” ujarnya.
Karena itu, pihaknya mengimbau agar peserta wisata mangrove ke depan minimal berusia lima tahun demi alasan keselamatan.
Ia juga meminta seluruh operator wisata mangrove melengkapi SKK yang penerbitannya menjadi kewenangan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP).
“Ini penting untuk menjamin keselamatan wisatawan,” tegasnya.
Sebelumnya, speedboat wisata yang mengangkut delapan turis asing, termasuk seorang bayi berusia enam bulan, terbalik di alur perairan Wisata Mangrove Lagoi, Desa Sebong Lagoi, Kecamatan Teluk Sebong, Minggu (31/5) sore.
Beruntung, seluruh penumpang berhasil diselamatkan tanpa korban jiwa. Para wisatawan sempat mengapung di perairan mangrove sambil menunggu bantuan datang. (*)
Reporter : SLAMET NOFASUSANTO
Editor : GUSTIA BENNY