Buka konten ini

BINTAN (BP) – Suasana malam pergantian Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah di Desa Teluk Sasah, Kecamatan Seri Kuala Lobam, berlangsung meriah. Jemaah Musala Al Falah menggelar pawai obor yang diikuti puluhan warga, Senin (15/6) malam.
Pantauan di lapangan, peserta pawai didominasi anak-anak yang berjalan sambil membawa obor bambu menyala. Mereka berada di barisan tengah, sementara orang dewasa mengawal di bagian depan dan belakang untuk memastikan kegiatan berlangsung aman dan tertib.
Rombongan pawai memulai perjalanan dari halaman Musala Al Falah, kemudian menyusuri jalan lingkungan RT 003 hingga RT 004 sebelum kembali ke titik awal.
Semarak pawai semakin terasa dengan iringan alat musik tradisional kompang yang dimainkan ibu-ibu sepanjang rute perjalanan. Alunan kompang menjadi penyemangat sekaligus menambah nuansa religius dalam perayaan tahun baru Islam tersebut.
Ketua Musala Al Falah, Edi Wiyoko, mengatakan pawai obor merupakan agenda rutin yang dilaksanakan jemaah untuk menyambut datangnya Tahun Baru Islam.
Menurut dia, sebelum pawai digelar, jemaah terlebih dahulu melaksanakan zikir dan doa awal tahun usai salat Magrib. Pawai kemudian dimulai setelah salat Isya berjemaah.
”Alhamdulillah, jemaah sangat antusias mengikuti pawai obor dalam menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah,” ujarnya.
Edi menjelaskan, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bentuk perayaan pergantian tahun Hijriah, tetapi juga sebagai sarana mempererat silaturahmi antarwarga serta media syiar Islam.
”Pawai obor ini menjadi simbol cahaya dan harapan agar umat Islam selalu berada di jalan yang benar serta semakin memperkuat kebersamaan di lingkungan masyarakat,” katanya.
Ia berharap tradisi tersebut dapat terus dipertahankan dan menjadi momentum mempererat kekompakan warga dari tahun ke tahun.
Sementara itu, salah seorang warga, Yani, menyambut positif kegiatan yang digelar jemaah Musala Al Falah tersebut. Menurutnya, pawai obor menjadi tradisi yang sarat nilai kebersamaan dan keagamaan.
”Tradisi positif ini dapat terus dilestarikan setiap 1 Muharram sebagai bentuk syukur dan semangat memperbaiki diri,” harapnya.
Setelah berkeliling lingkungan, rombongan kembali ke Musala Al Falah. Kegiatan kemudian ditutup dengan makan bubur durian bersama yang semakin menambah kehangatan. (***)
Reporter : SLAMET NOFASUSANTO
Editor : GUSTIA BENNY