Buka konten ini

BATAM diproyeksikan berkembang menjadi basis industri digital dan artificial intelligence (AI) baru di Indonesia. Tidak hanya sebagai lokasi pusat data berskala besar, Batam juga diperkirakan menjadi magnet bagi tumbuhnya industri cloud computing, ekosistem semikonduktor, layanan AI, hingga berbagai sektor teknologi digital global lainnya.
Transformasi tersebut mulai terlihat seiring masuknya investasi AI Data Centre berskala jumbo di kawasan Teluk Mata Ikan, Nongsa, Batam. Kehadiran proyek itu dinilai menjadi katalisator arah pembangunan industri digital Batam ke depan.
Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, mengatakan Batam saat ini tengah bergerak menuju pusat industri digital global yang terhubung langsung dengan ekosistem internasional.
“BP Batam menyiapkan kepastian investasi, percepatan layanan, dan kesiapan kawasan. PLN Batam memastikan kesiapan energi. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa Batam siap menjadi AI dan Digital Gateway Indonesia yang terhubung dengan ekosistem global,” kata Fary.
Menurut dia, proyek AI Data Centre yang dikembangkan PT Equator Gate System Batam (EGSB) nantinya tidak hanya menghadirkan pusat data modern, tetapi juga memicu masuknya berbagai industri digital pendukung ke Batam.
Beberapa sektor yang diproyeksikan ikut berkembang antara lain cloud computing, industri semikonduktor, layanan artificial intelligence, hingga berbagai layanan digital berbasis teknologi tinggi lainnya.
Selain memperkuat struktur ekonomi digital, proyek tersebut juga diperkirakan membuka peluang kerja baru bagi tenaga profesional lokal. EGSB disebut akan menyerap sekitar 700 hingga 800 tenaga kerja profesional di bidang data centre dan teknologi digital.
BP Batam bahkan mulai mendorong kolaborasi antara perusahaan dengan perguruan tinggi di Batam untuk menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan industri digital masa depan.
Fary menilai transformasi Batam saat ini tidak lagi hanya bertumpu pada sektor manufaktur konvensional, tetapi mulai bergeser menuju industri teknologi dan ekonomi digital global.
“Batam tidak lagi hanya berkembang sebagai kawasan industri manufaktur, tetapi sedang bertransformasi menjadi pusat eksekusi industri digital global,” ujarnya.
Transformasi tersebut ditandai melalui penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) antara PT PLN Batam dan PT Equator Gate System Batam di Aula Tanjung Kasam Kantor PLN Batam, Senin (25/5).
Kerja sama itu menjadi tonggak penting penguatan ekosistem digital Batam sekaligus menunjukkan kesiapan kawasan ini dalam mendukung investasi AI Data Centre berskala global.
PT Equator Gate System Batam merupakan perusahaan pengembang AI Data Centre yang didukung oleh perusahaan pusat data asal Tiongkok, Range Intelligent Computing Technology Company Limited (Range IDC), yang tercatat di Bursa Efek Shenzhen.
Menariknya, Batam dipilih menjadi lokasi ekspansi internasional pertama perusahaan tersebut di luar Tiongkok dengan fokus pembangunan High-Density AI Data Centre.
Nilai investasi proyek itu diperkirakan mencapai USD 5 miliar atau sekitar Rp88 triliun. Kawasan pengembangannya berada di Teluk Mata Ikan, Nongsa, Batam dengan luas sekitar 30 hektare.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, mengatakan Batam memiliki banyak keunggulan untuk menarik industri teknologi global, mulai dari posisi geografis yang strategis, konektivitas internasional, hingga kesiapan infrastruktur kawasan.
“Batam memiliki keunggulan geografis, konektivitas internasional, serta kesiapan kawasan yang sangat kompetitif untuk industri digital masa depan. Kehadiran investasi AI Data Centre ini menjadi momentum percepatan transformasi Batam menuju ekonomi berbasis teknologi, inovasi, dan digitalisasi,” ujar Li Claudia.
Ia menegaskan kesiapan pasokan energi menjadi salah satu faktor paling penting dalam industri pusat data dan AI yang membutuhkan listrik dalam jumlah besar serta stabil tanpa gangguan.
“Kesiapan energi menjadi daya tarik utama bagi investor teknologi informasi untuk datang dan berinvestasi di Batam,” katanya. (***)
Reporter : M SYA’BAN
Editor : RATNA IRTATIK