Buka konten ini

BATAM (BP) – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau mulai mendorong penerapan sistem pembayaran digital Tap QRIS pada layanan transportasi publik Trans Batam sebagai bagian dari percepatan transaksi non-tunai dan modernisasi layanan publik di Kota Batam.
Kepala Perwakilan BI Kepulauan Riau, Rony Widijarto, mengatakan penerapan Tap QRIS merupakan hasil kolaborasi antara Bank Indonesia, Pemerintah Kota Batam, dan sektor perbankan dalam menyesuaikan sistem pembayaran dengan perkembangan teknologi digital.
“Kalau sebelumnya QRIS menggunakan scan barcode, sekarang kita selangkah lebih maju dengan Tap QRIS. Handphone cukup didekatkan atau ditempelkan ke alat pembayaran tanpa perlu scan barcode lagi,” ujar Rony di Batam, Selasa (26/5).
Menurutnya, perubahan mekanisme tersebut bertujuan mempercepat proses transaksi sekaligus meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam menggunakan transportasi publik. Dengan teknologi contactless ini, pengguna tidak perlu lagi membuka aplikasi untuk memindai kode QR secara manual.
Rony menilai penerapan Tap QRIS membuat Batam mulai sejajar dengan kota-kota besar lain yang telah lebih dulu mengembangkan sistem pembayaran digital berbasis contactless.
“Tentu ini membuat kita tidak kalah dengan kota besar seperti Jakarta. Kemudahan antara QRIS biasa dan Tap QRIS hampir sama, hanya saja Tap QRIS lebih praktis karena cukup ditempelkan,” katanya.
Ia menjelaskan, implementasi sistem tersebut masih dilakukan secara bertahap karena membutuhkan perangkat pendukung di setiap titik transaksi. Saat ini, BI Kepri bersama perbankan menggandeng Bank Central Asia dalam pengembangan layanan Tap QRIS di Batam, termasuk di kawasan Nagoya.
Selain sektor transportasi, BI Kepri juga menargetkan perluasan penggunaan Tap QRIS ke berbagai layanan pembayaran lainnya. Dalam waktu dekat, BI akan meluncurkan program “QRIS Jelajah Indonesia” untuk memperluas ekosistem pembayaran digital di daerah.
Rony menambahkan, kemudahan dan kecepatan transaksi digital menjadi faktor penting dalam mendorong aktivitas ekonomi masyarakat. Ia mencatat, tren penggunaan QRIS di Kepulauan Riau terus menunjukkan pertumbuhan signifikan.
“Transaksi QRIS masih terus naik. Tahun 2025 nilainya mencapai Rp11,5 triliun, sementara hingga Maret tahun ini sudah mencapai Rp3,88 triliun,” ungkapnya.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Batam, Yusfa Hendri, menyebut penerapan Tap QRIS menjadi bagian dari upaya modernisasi layanan Trans Batam.
Menurutnya, sistem baru tersebut memungkinkan penumpang melakukan pembayaran cukup dengan mendekatkan telepon genggam ke mesin pembayaran di dalam armada.
“Pembayaran QRIS sebenarnya sudah berjalan lama. Namun hari ini kita kembangkan menjadi Tap QRIS sehingga handphone cukup didekatkan ke mesin pembayaran tanpa perlu scan barcode lagi,” ujarnya.
Yusfa juga mengungkapkan bahwa pengadaan 19 armada baru Trans Batam dilakukan melalui skema Pay The Service (PTS), yakni armada disediakan pihak ketiga tanpa menggunakan anggaran pemerintah daerah maupun pusat.
“Seluruh pendapatan operasional masuk ke kas daerah, kemudian dibayarkan kepada pihak ketiga sesuai ketentuan dan jumlah kilometer perjalanan,” pungkasnya. (***)
Reporter : AZIS MAULANA
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI