Buka konten ini

PARA ilmuwan mengembangkan sirkuit berskala nano yang mampu menghasilkan, mengarahkan, dan membaca informasi berbasis cahaya dalam satu cip. Teknologi tersebut dinilai dapat mempercepat pengembangan teknologi kuantum dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) generasi berikutnya.
Riset tersebut dipimpin oleh Monash University di Australia dengan memadukan material mutakhir dan nanoteknologi untuk mengatasi tantangan dalam bidang valleytronics, yakni teknologi komputasi baru yang diklaim lebih cepat dan hemat energi.
Dalam pernyataan resmi universitas, Selasa (26/5), tim peneliti menyebut untuk pertama kalinya mereka berhasil menciptakan sistem terintegrasi yang mampu menghasilkan sinyal cahaya khusus, mengarahkannya secara presisi, dan mengubahnya menjadi sinyal listrik dalam satu perangkat berbasis cip yang kompak.
Sirkuit tersebut menggunakan bahan ultratipis setebal beberapa atom yang dipadukan dengan struktur nano khusus untuk mengendalikan cahaya dalam skala sangat kecil. Berbeda dengan banyak sistem kuantum lain yang membutuhkan pendinginan ekstrem, teknologi ini dapat beroperasi pada suhu ruangan sehingga dinilai lebih praktis untuk dikembangkan.
Penulis utama penelitian, Li Chi, mengatakan sebelumnya para peneliti hanya mampu menghasilkan atau mendeteksi sinyal cahaya secara terpisah. “Hingga saat ini, kami dapat menghasilkan atau mendeteksi sinyal-sinyal ini, tetapi tidak dapat melakukan semuanya dalam satu perangkat terintegrasi,” ujarnya.
Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Nature Photonics itu melibatkan kolaborasi ilmuwan dari Australia, China, Singapura, Jerman, dan Jepang.
Sementara itu, penulis senior penelitian sekaligus pemimpin Monash NanoMeta Group, Ren Haoran, menyebut temuan tersebut membuka jalan bagi pengembangan perangkat fotonik yang lebih ringkas dan dapat diprogram.
Teknologi itu diyakini mampu menghadirkan komputasi lebih cepat dan hemat energi, sekaligus membuka pendekatan baru dalam komunikasi dan pemrosesan data yang aman.
“Ini merupakan langkah penting menuju teknologi berbasis cip yang dapat diskalakan, yang menggunakan cahaya alih-alih listrik untuk memproses informasi,” katanya. (***)
Laporan : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY