Buka konten ini

PEMERINTAH Provinsi Kepulauan Riau menyiapkan pengembangan besar-besaran budidaya rumput laut di Kabupaten Lingga. Program tersebut ditargetkan melibatkan sekitar 5 ribu nelayan sebagai upaya memperkuat ekonomi masyarakat pesisir.
Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, mengatakan pengembangan budidaya rumput laut itu dirancang di lahan seluas 10 ribu hektare. Ia bahkan dijadwalkan meninjau langsung potensi budidaya rumput laut di Lingga saat kunjungan kerja sekaligus melaksanakan Salat Iduladha di daerah tersebut.
“Besok sore saya ke Lingga dan salat Iduladha di sana, sekalian melihat budidaya rumput laut yang menjadi ekonomi Kepri juga,” ujar Nyanyang di Gedung Daerah Tanjungpinang, Senin (25/5).
Menurutnya, Pemprov Kepri bersama kementerian terkait tengah menyiapkan pengembangan budidaya rumput laut secara bertahap. Dari target 10 ribu hektare yang diajukan, saat ini sudah tersedia sekitar 500 hektare dan nantinya akan terus berkembang hingga mencapai 5 ribu hektare pada tahap berikutnya.
Nyanyang menjelaskan, setiap kepala keluarga nantinya akan mengelola lahan budidaya seluas dua hektare. Dengan skema tersebut, ribuan nelayan diproyeksikan mendapat sumber pendapatan baru yang lebih stabil.
Masa panen rumput laut diperkirakan berkisar antara 45 hingga 60 hari. Dalam satu hektare lahan, hasil panen diperkirakan mencapai lima ton. “Kalau dua hektare, satu kepala keluarga bisa mendapat penghasilan sekitar Rp8 juta sampai Rp10 juta per bulan,” katanya.
Tak hanya fokus pada budidaya, Pemprov Kepri juga menyiapkan pengembangan industri hilir rumput laut. Mulai dari pengolahan bahan baku hingga pemasaran untuk kebutuhan ekspor.
Nyanyang mengatakan pasar industri rumput laut sudah dipersiapkan dari hulu hingga hilir, termasuk untuk kebutuhan kosmetik, obat-obatan, hingga tepung olahan. “Pasarnya dari hulu ke hilir sudah kita siapkan. Ada untuk ekspor, kosmetik, obat-obatan hingga tepung olahan,” pungkasnya. (***)
Reporter : MOHAMAD ISMAIL
Editor : GUSTIA BENNY