Buka konten ini

ANAMBAS (BP) – Menjadi prajurit TNI masih menjadi cita-cita besar banyak anak muda di wilayah perbatasan Kabupaten Kepulauan Anambas. Namun, keterbatasan akses, minimnya informasi, hingga jauhnya lokasi seleksi kerap menjadi penghalang generasi muda mewujudkan impian tersebut.
Harapan itu disampaikan langsung Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, kepada Inspektur Kodam XIX/Tuanku Tambusai, Brigjen TNI Totok Sutriono, saat kunjungan di Desa Bayat, Kecamatan Siantan Utara, Kamis (21/5).
Dalam pertemuan tersebut, Aneng meminta agar proses rekrutmen prajurit TNI AD dapat memberikan peluang lebih besar bagi anak-anak daerah perbatasan seperti Anambas.
“Alhamdulillah tadi sudah didengar oleh Pak Irdam. Ini menjadi atensi bagi teman-teman TNI,” ujar Aneng.
Menurutnya, minat generasi muda Anambas untuk bergabung menjadi prajurit TNI cukup tinggi. Banyak anak-anak di pulau terluar bercita-cita mengenakan seragam loreng dan mengabdi kepada negara.
Namun selama ini, banyak calon peserta terkendala akses menuju lokasi seleksi yang umumnya berada di luar daerah. Selain faktor jarak, biaya perjalanan dan minimnya pembinaan juga menjadi tantangan tersendiri bagi putra daerah kepulauan.
Aneng menilai, jika kesempatan rekrutmen lebih terbuka dan pembinaan dilakukan sejak dini, anak-anak Anambas memiliki kemampuan untuk bersaing dengan peserta dari daerah lain.
Menurutnya, karakter anak-anak perbatasan yang terbiasa hidup mandiri dan disiplin menjadi modal kuat untuk meniti karier di dunia militer.
“Banyak anak-anak kita bercita-cita jadi tentara. Mereka punya semangat tinggi, hanya saja akses dan kesempatan yang perlu dibantu,” katanya.
Ia juga mengungkapkan, saat ini sudah ada sejumlah putra daerah Anambas yang berhasil menjadi prajurit TNI AD dan bertugas di berbagai satuan di Indonesia.
Keberhasilan tersebut dinilai menjadi motivasi tersendiri bagi generasi muda lainnya untuk mengikuti jejak senior mereka dalam mengabdi kepada negara.
Meski demikian, Aneng mengakui sebagian besar prajurit asal Anambas masih bertugas di luar daerah karena penempatan personel sepenuhnya menjadi kewenangan institusi TNI.
“Kalau anak kita yang sudah mengabdi sebagai prajurit mau kembali lagi ke Anambas, itu tergantung komandannya,” ujarnya.
Aneng berharap ke depan semakin banyak putra daerah Anambas diterima menjadi prajurit TNI AD. Menurutnya, kehadiran anak-anak daerah dalam institusi militer juga penting untuk memperkuat rasa nasionalisme di wilayah perbatasan. (*)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GUSTIA BENNY