Buka konten ini

MAKKAH (BP) – Pemerintah Indonesia memperkuat layanan kesehatan bagi jemaah calon haji (JCH) di Arab Saudi setelah 10 jemaah dilaporkan meninggal dunia selama operasional haji tahun 2026 berlangsung.
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyebut penguatan layanan dilakukan seiring meningkatnya aktivitas ibadah jemaah dan kondisi cuaca ekstrem di Madinah maupun Makkah yang mencapai 37 hingga 39 derajat Celsius.
Juru Bicara Kemenhaj, Suci Annisa, mengatakan pemerintah terus memastikan layanan kesehatan berjalan optimal, baik di tingkat kloter, sektor, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), hingga rumah sakit rujukan di Arab Saudi.
“Kami menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya jemaah haji Indonesia.
Pemerintah akan terus memastikan layanan kesehatan berjalan optimal,” ujar Suci dalam keterangannya, Kamis (7/5).
Berdasarkan data hingga 5 Mei 2026, sebanyak 250 kelompok terbang (kloter) dengan total 97.139 jemaah serta 996 petugas telah diberangkatkan dari Indonesia menuju Tanah Suci.
Sementara itu, sebanyak 239 kloter yang membawa 92.739 jemaah dan 952 petugas telah tiba di Madinah dan menempati hotel yang disiapkan pemerintah.
Pergerakan jemaah menuju Makkah juga terus berlangsung. Hingga kini, tercatat 88 kloter dengan total 34.244 jemaah dan 352 petugas telah tiba di Makkah untuk menjalankan umrah wajib.
Di sisi lain, layanan kesehatan mulai bekerja lebih intensif. Sebanyak 12.725 jemaah tercatat menjalani rawat jalan, 144 jemaah dirujuk ke KKHI, dan 232 jemaah mendapatkan perawatan di rumah sakit Arab Saudi. Saat ini, sekitar 70 jemaah masih menjalani perawatan.
“Pada 5 Mei 2026, satu jemaah atas nama Aen Soleh Salimar dari kloter JKS 05 asal Kabupaten Bogor dinyatakan wafat,” kata Suci.
Pemerintah juga mengingatkan jemaah agar tidak memaksakan aktivitas fisik berlebihan, terutama menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Jemaah diminta mengatur waktu istirahat, memperbanyak konsumsi air putih, serta segera melapor kepada petugas kesehatan jika mengalami keluhan.
“Kami mengingatkan jemaah untuk menjaga kondisi fisik dan menyesuaikan aktivitas dengan kemampuan masing-masing,” ujarnya.
Sementara itu, operasional haji kini memasuki fase kedatangan jemaah gelombang kedua melalui Bandara King Abdulaziz, Jeddah. Sebanyak 15 kloter dijadwalkan tiba di Makkah pada Kamis (7/5) waktu Arab Saudi.
Kepala Daerah Kerja Makkah, Ihsan Faisal, mengatakan petugas haji kini bersiaga penuh selama 24 jam karena harus menerima kedatangan jemaah dari Jeddah dan Madinah secara bersamaan.
“Seluruh sektor sudah siap menerima kedatangan jemaah. Pola kerja petugas sekarang menjadi lebih padat karena arus kedatangan berlangsung hampir bersamaan,” katanya.
Ia menjelaskan, seluruh jemaah gelombang kedua telah mengenakan pakaian ihram sejak dari tanah air karena akan langsung mengambil miqat saat tiba di Jeddah sebelum melanjutkan perjalanan ke Makkah.
Selain layanan kesehatan, pemerintah juga terus memperkuat layanan bimbingan ibadah bagi jemaah. Hingga kini, sebanyak 29.497 jemaah telah memperoleh tasreh atau izin masuk Raudhah melalui aplikasi Nusuk.
Pemerintah berharap seluruh rangkaian ibadah haji tahun ini dapat berjalan lancar, aman, dan tetap memperhatikan kondisi kesehatan jemaah di tengah cuaca panas ekstrem di Arab Saudi. (***)
Laporan : JP GROUP
Editor : RATNA IRTATIK