Buka konten ini

BANGLADESH (BP) – Bangladesh akhirnya menerima tanker pertama yang membawa minyak mentah sejak konflik di Timur Tengah pecah pada akhir Februari lalu.
Mengutip laporan The Daily Star, Rabu (6/5), tanker bernama MT Ninemia itu membawa sekitar 100 ribu ton minyak mentah dari Arab Saudi dan tiba di Pelabuhan Chattogram.
Pengiriman minyak mentah ke Bangladesh sebelumnya dilaporkan sempat terhenti sejak pertengahan Februari hingga April. Kondisi itu membuat operasional kilang minyak lokal praktis lumpuh.
Dengan tibanya MT Ninemia, kilang minyak di Chattogram dijadwalkan kembali beroperasi pada Sabtu (9/5).
Konflik di Timur Tengah memanas setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran pada 28 Februari lalu yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil.
Gencatan senjata antara AS dan Iran sempat diumumkan pada 7 April. Pembicaraan lanjutan juga dilakukan di Islamabad, namun belum menghasilkan kesepakatan.
Presiden AS, Donald Trump, kemudian memperpanjang masa gencatan senjata untuk memberi waktu kepada Iran mengajukan “proposal terpadu”.
Eskalasi ketegangan di kawasan tersebut nyaris menghentikan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz, jalur utama distribusi minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global.
Situasi itu turut memicu kenaikan harga bahan bakar di sejumlah negara.
Trump sebelumnya juga sempat mengumumkan operasi “Project Freedom” untuk membantu kapal-kapal yang terhambat di Selat Hormuz agar dapat melanjutkan perjalanan.
Namun, operasi tersebut kemudian dihentikan sementara guna melihat peluang tercapainya kesepakatan damai dengan Iran. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY