Buka konten ini
DHAKA (BP) – Wabah campak di Bangladesh terus memakan korban. Otoritas kesehatan setempat melaporkan 10 anak kembali meninggal dunia, sehingga total korban jiwa sejak pertengahan Maret mencapai 294 orang.
Berdasarkan buletin Direktorat Jenderal Layanan Kesehatan Bangladesh, lebih dari 1.260 kasus baru dilaporkan dalam 24 jam terakhir. Dengan demikian, total kasus kini telah melampaui 45.800 infeksi.
Wilayah Dhaka mencatat jumlah kematian tertinggi dengan 149 korban jiwa. Banyak pasien dari daerah perdesaan dilaporkan datang ke ibu kota untuk mendapatkan perawatan lanjutan, termasuk akses fasilitas penunjang hidup.
Di tengah lonjakan kasus, Bangladesh juga menghadapi kekurangan alat uji, yang memperumit penanganan wabah secara nasional.
Sebelumnya, World Health Organization menyatakan bahwa infeksi campak telah menyebar ke 58 dari 64 distrik di Bangladesh atau sekitar 91 persen wilayah administratif. Kondisi ini menunjukkan tingkat penularan yang sangat luas.
Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Bangladesh telah meluncurkan kampanye vaksinasi khusus. Sejak April, lebih dari 16,23 juta anak telah menerima vaksin.
WHO menilai wabah ini berkaitan dengan menurunnya cakupan imunisasi, terutama akibat kekosongan stok vaksin pada periode 2024–2025.
Campak merupakan penyakit virus yang sangat menular dan umumnya menyerang anak-anak. Penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia, radang otak, hingga kematian, terutama pada anak dengan kondisi gizi buruk atau yang belum mendapatkan vaksinasi.
Hingga kini, campak masih menjadi salah satu penyebab utama kematian anak di dunia, meski sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY