Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Rencana pemberian subsidi untuk pembelian motor listrik sebesar Rp5 juta masih belum diputuskan. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memastikan kebijakan tersebut saat ini masih dalam tahap pembahasan di tingkat teknis lintas kementerian.
“Belum. Belum diumumkan saya kira, masih dalam tahap pembahasan di tim teknis mengenai berapa jumlah subsidinya, metodenya seperti apa, bisnis prosesnya seperti apa. Nanti kita bahas antara tim teknis, antara kedua kementerian,” ujar Agus saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, dikutip Rabu (28/4).
Ia menjelaskan, pemerintah masih mematangkan berbagai aspek kebijakan, termasuk skema penyaluran hingga mekanisme implementasi di lapangan. Oleh karena itu, keputusan final terkait besaran subsidi belum dapat diumumkan dalam waktu dekat.
Agus juga menegaskan bahwa kepastian kebijakan tersebut akan menunggu terbitnya Peraturan Menteri Keuangan (PMK). Regulasi itu nantinya akan menjadi dasar pelaksanaan program subsidi motor listrik.
“Iya tunggu PMK-nya. Kalau nanti Rp5 juta, ya saya kira akan menuju posisi yang bagus,” tambahnya.
Lebih lanjut, Agus menilai subsidi kendaraan listrik merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Menurutnya, berbagai dinamika geopolitik global menjadi pelajaran penting bagi Indonesia untuk mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar minyak (BBM).
“Pemerintah memberikan satu pesan, bahwa lesson learned yang kita dapat dari kejadian-kejadian geopolitik, termasuk di Hormuz, pertama kita harus perkuat ketahanan energi kita. Dengan demikian, pengurangan kebutuhan BBM yang harus kita impor menjadi penting,” jelasnya.
Ia pun menilai angka subsidi Rp5 juta cukup ideal untuk mendorong masyarakat beralih ke kendaraan listrik. “Jadi angka Rp5 juta itu, saya kira angka yang cukup baik,” tandas Agus.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pemerintah sedang mempersiapkan untuk memberi subsidi motor listrik kepada masyarakat. Adapun nilainya mencapai Rp5 juta per unit.
Dalam sebuah media briefing di Jakarta, Purbaya menyampaikan bahwa pemberian subsidi motor listrik itu akan diberikan untuk 6 juta unit pada tahap pertama.
Kendati demikian, kebijakan itu masih perlu difinalisasi dengan sejumlah menteri terkait. Meliputi Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.
“Kalau saya mengusulkan untuk yang baru dulu. Itu enam juta penjualan motor. Tetapi tidak semua sekaligus. Kami lihat bertahap, yang baru. Kami coba buat programnya,” kata Purbaya saat media briefing di kantor Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK), Jakarta Selatan, Jumat (24/4). (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI