Buka konten ini

2. Warga antre mendapatkan pemeriksaan awal kesehatan.
3. Petugas medis menunjukkan hasil rontgen milik pasien.
4. Seorang apoteker menulis dosis obat untuk warga seusai pemeriksaan di RSK Nusa Waluya II. Foto-foto: ANTARA/Indrianto Eko Suwarso
MATAHARI yang bersinar terik siang itu tak menyurutkan animo warga untuk melangkahkan kaki menuju dermaga. Rupanya, di ujung dermaga di Kampung Kabare, Distrik Waigeo Utara, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya telah tertambat kapal tongkang seluas 900 meter persegi berbobot 726 gross ton dengan logo palang merah terpampang besar di luar pintu masuknya.
Warga yang berbondong-bondong datang langsung disambut tenaga medis yang sigap melayani pendaftaran dan pemeriksaan awal kesehatan sebelum dilakukan tindakan lanjutan di Rumah Sakit Kapal (RSK) Nusa Waluya II itu.
Rumah Sakit Kapal Nusa Waluya II merupakan kolaborasi Yayasan Dokter Peduli (DoctorShare) bersama PT Pertamina International Shipping (PIS). Selama dua bulan beroperasi sejak 10 Juni 2025, RSK Nusa Waluya II mampu melayani sekitar 4.000 pasien di daerah terpencil di sekitar Waigeo Utara.
Sebelumnya, RSK Nusa Waluya II telah memulai masa baktinya sejak 2018 setelah selesai dibangun pada 2017. Sejumlah kawasan terpencil dari negeri ini telah dijelajahi dan dilayani oleh kapal itu. Dari Kalimantan Timur, Kepulauan Riau, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua hingga lokasi bencana gempa bumi di Palu, Sulawesi Tengah.
Managing Director DoctorShare, Tutuk Utomo, menjelaskan bahwa saat ini RSK Nusa Waluya II memiliki 35 tenaga medis yang terdiri atas dokter umum, perawat, analis laboratorium, apoteker, bidan, radiografer dan tenaga administrasi.
Selain itu, RSK juga memiliki dokter spesialis dari kalangan relawan dari dokter obgyn hingga dokter penyakit dalam. Para relawan dokter spesialis memiliki pola pergantian setiap seminggu sekali dengan relawan dokter spesialis di luar RSK. Meski demikian, DoctorShare tetap memperhatikan kesiagaan dokter spesialis di tiap sektornya setiap saat. (Antara)
Reporter : INDRIANTO EKO SUWARSO
Editor : AGNES DHAMAYANTI