Buka konten ini

BINTAN (BP) – Kehadiran Proyek Strategis Nasional (PSN) Kawasan Industri Pulau Poto mulai dirasakan masyarakat Desa Kelong, Kecamatan Bintan Pesisir. Meski pembangunan fisik belum dimulai, puluhan warga setempat sudah lebih dulu terserap bekerja.
Ketua RT 09 Kampung Tenggel, Sardito, mengatakan sekitar 20 warga dari kampungnya telah bekerja di proyek tersebut. Warga menyambut baik investasi itu karena membuka peluang kerja bagi tenaga lokal.
“Kurang lebih 20 orang warga Kampung Tenggel sudah bekerja di sana,” ujar Sardito, Selasa (28/4) sore.
Ia menjelaskan, proyek saat ini masih dalam tahap awal, yakni pengambilan sampel dan pengeboran, sehingga belum memasuki fase konstruksi.
“Pekerjaan masih di darat, sebatas pengeboran dan pengambilan sampel,” tambahnya.
Sardito berharap, ke depan lebih banyak warga lokal bisa direkrut, bahkan dengan status pekerjaan yang lebih tetap.
Hal senada disampaikan warga Kampung Tenggel, La Mahamuddin. Ia mengungkapkan, pada awalnya warga sempat mendatangi lokasi proyek untuk meminta penjelasan terkait aktivitas yang berjalan.
“Kami sempat menghentikan aktivitas di sana, lalu pihak perusahaan datang memberikan penjelasan,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, salah satu tuntutan warga adalah prioritas tenaga kerja lokal. Permintaan itu, kata dia, telah diakomodasi.
“Alhamdulillah, anak-anak kami diprioritaskan untuk bekerja di sana,” katanya.
Ia juga menegaskan, warga Kampung Tenggel tidak terlibat dalam aksi penolakan perluasan KEK Galang Batang ke Kawasan Industri Pulau Poto yang sempat terjadi baru-baru ini.
Sementara itu, Kepala Desa Kelong, Alamin, menyebutkan pihaknya telah beberapa kali berkomunikasi dengan perusahaan. Dari hasil pertemuan tersebut, perusahaan berkomitmen merekrut tenaga kerja lokal.
“Total sudah sekitar 50 warga kami yang bekerja di proyek itu, termasuk dari Kampung Tenggel,” ujar Alamin. (*)
Reporter : SLAMET NOFASUSANTO
Editor : GUSTIA BENNY