Buka konten ini

BINTAN (BP) – Aksi nekat dilakukan seorang remaja berinisial GL, 17. Ia menikam mantan bosnya, DI, 19, di Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, diduga karena sakit hati sering dimarahi saat masih bekerja.
Peristiwa itu terjadi di sebuah angkringan di Jalan Bhakti Praja, Pasar Baru, Tanjunguban, Minggu (19/4) sekitar pukul 05.34 WIB.
Saat kejadian, korban tengah mandi dan mendengar suara dari arah pintu belakang. Ketika dicek dan pintu dibuka, pelaku tiba-tiba mendobrak masuk dan langsung menyerang.
Korban terjatuh, lalu pelaku mencekik sambil menusuk menggunakan pisau ke arah tubuh korban. Pisau sempat menancap di tangan kiri korban.
Korban berteriak sehingga pelaku panik dan melarikan diri, meninggalkan senjata yang digunakan. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka sobek di telapak tangan kiri.
Korban kemudian melaporkan peristiwa itu kepada keluarganya.
Kasat Reskrim Polsek Bintan Utara, Iptu Wisuda Meitari, mengatakan pihaknya langsung melakukan penyelidikan setelah menerima laporan.
Berdasarkan keterangan korban, ciri-ciri pelaku mengarah pada seseorang yang pernah bekerja di tempat tersebut, namun telah berhenti sekitar satu bulan lalu.
“Setelah kami cocokan dengan foto, ternyata benar pelaku adalah orang yang pernah bekerja di sana,” ujar Wisuda, Jumat (24/4).
Petugas kemudian bergerak cepat dan berhasil mengamankan pelaku saat sedang bekerja memotong kayu di Jalan Mekar Sari, Tanjunguban.
Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengakui perbuatannya. Ia mengaku sakit hati karena sering dimarahi saat bekerja.
“Pelaku baru bekerja dua hari, namun mengaku sering dimarahi sehingga menimbulkan dendam,” jelasnya.
Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 466 atau 467 KUHP tentang penganiayaan, dengan ancaman pidana penjara paling lama tujuh tahun. (*)
Reporter : SLAMET MOFASUSANTO
Editor : GUSTIA BENNY