Buka konten ini

SEIBEDUK (BP) – Aksi pencurian fasilitas umum atau yang kerap disebut rayap besi kembali meresahkan warga di Kota Batam. Dalam dua pekan terakhir, polisi telah mengamankan dua pelaku yang menyasar kawasan Rumah Susun (Rusun) Mukakuning, Kecamatan Sei Beduk. Tak hanya itu, sejumlah Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Batuaji dan Sagulung juga menjadi target perusakan dan pencurian.
Kapolsek Sei Beduk, Iptu Alex Yasral, mengatakan kedua pelaku beraksi pada siang hari dengan modus berkeliling di kawasan tersebut. Para pelaku diduga menggunakan mobil pikap untuk mengangkut barang hasil curian.
“Modusnya sama, beraksi di siang hari. Kepergok dan diamankan warga,” ujarnya.
Meski demikian, dari hasil pemeriksaan, para pelaku tidak mengakui melakukan pencurian. Keduanya berdalih hanya memungut besi yang dianggap tidak terpakai.
“Mereka mengaku hanya mengambil besi yang dianggap tidak terpakai. Ini masih kami dalami,” kata Alex.
Ia menegaskan, aksi rayap besi belakangan kembali marak. Karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan.
“Kami minta masyarakat segera melapor agar bisa langsung kami tindaklanjuti,” tegasnya.
Upaya pencegahan juga dilakukan di wilayah lain. Polsek Batuaji sebelumnya menyambangi sejumlah gudang besi tua untuk mengantisipasi penampungan barang hasil kejahatan.
Kapolsek Batuaji, AKP Bayu Rizki Subagyo, mengingatkan para pemilik gudang agar lebih selektif dalam menerima barang dari penjual.
“Pastikan asal barang yang dijual. Jangan sampai menerima barang hasil tindak pidana seperti besi, kabel, traffic light, hydrant, maupun rambu jalan,” ujarnya.
Menurutnya, pencurian fasilitas umum tidak hanya merugikan pemerintah, tetapi juga membahayakan masyarakat. Hilangnya lampu lalu lintas dan rambu jalan dapat meningkatkan risiko kecelakaan serta menghambat penanganan darurat.
“Pemilik gudang yang terbukti menerima barang hasil kejahatan bisa dijerat sebagai penadah,” tegasnya.
Di sisi lain, aksi serupa juga menyasar JPO di kawasan Batuaji dan Sagulung. Kerusakan yang ditemukan cukup beragam, mulai dari atap berlubang hingga hilangnya pagar pembatas (railing) akibat dipotong menggunakan gergaji besi.
Beberapa lokasi yang terdampak antara lain JPO di depan kawasan Putri Tujuh, Batuaji, serta sekitar Top 100 Sagulung. Hilangnya railing di kedua sisi jembatan menimbulkan kekhawatiran karena berpotensi membahayakan pengguna.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Leo Putra, menyayangkan maraknya aksi perusakan tersebut. Ia menegaskan bahwa kerusakan JPO tidak hanya merugikan secara anggaran, tetapi juga mengancam keselamatan masyarakat.
“Kalau fasilitas rusak, tentu tidak bisa digunakan dengan aman. Ini sangat berbahaya,” ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat untuk turut menjaga fasilitas umum serta segera melaporkan jika menemukan aktivitas mencurigakan.
“Kesadaran masyarakat harus ditingkatkan. Mari bersama menjaga fasilitas yang ada,” tambahnya. (*)
Reporter : YOFI YUHENDRI
Editor : GALIH ADI SAPUTRO