Buka konten ini

KARIMUN (BP) – PT PLN (Persero) pusat berencana memensiunkan sejumlah pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) di berbagai daerah sebagai upaya mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dan beralih ke energi terbarukan.
Di Kabupaten Karimun, tidak semua PLTD masuk dalam program tersebut. Manajer PLTD Bukit Carok Tanjungbalai Karimun, Firman, mengatakan PLTD Bukit Carok hingga kini belum termasuk dalam daftar pembangkit yang akan dipensiunkan.
“Memang ada PLTD di Karimun yang dialihkan ke energi terbarukan. Namun, PLTD Bukit Carok belum masuk program tersebut,” ujarnya, Kamis (16/4).
Hal senada disampaikan Manajer ULP PT PLN (Persero) Tanjungbalai Karimun, Ahmad Subhan Hadi. Ia menyebutkan, PLTD Bukit Carok masih tetap beroperasi seperti biasa.
Namun, berbeda dengan PLTD yang berada di Desa Parit, Kecamatan Selat Gelam.
Pembangkit tersebut dipastikan akan diganti dengan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) pada tahun ini.
“PLTD di Desa Parit akan dialihkan ke PLTS,” jelasnya.
Ia menambahkan, kapasitas PLTD di Desa Parit saat ini sekitar 220 kilowatt (kW), atau kurang dari 1 megawatt (MW). Karena itu, kapasitas PLTS yang akan dibangun nantinya juga disesuaikan dengan kebutuhan daya yang ada.
Camat Selat Gelam, Indra Sulaiman, membenarkan rencana tersebut. Menurutnya, penggunaan PLTS akan membuat sistem kelistrikan lebih ramah lingkungan sekaligus mengurangi ketergantungan pada BBM.
“Lokasi PLTS tidak lagi di area PLTD lama, tetapi dipindahkan ke lahan baru yang telah disiapkan PLN di Dusun 3 Desa Parit seluas sekitar 2 hektare,” ungkapnya.
Pemerintah Kecamatan Selat Gelam mendukung penuh rencana peralihan ini. Selain lebih hemat energi, penggunaan tenaga surya juga dinilai mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih. (*)
Reporter : SANDI PRAMOSINTO
Editor : GUSTIA BENNY