Buka konten ini

BATAM (BP) – Keberadaan pot bunga Bougenville yang terpasang di sejumlah ruas jalan Kota Batam menjadi sorotan publik, terutama di media sosial. Menanggapi hal itu, BP Batam memastikan penataan tersebut tidak menggunakan anggaran negara, melainkan sepenuhnya dibiayai melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Puluhan pot tanaman tersebut tampak tertata di sejumlah titik strategis, seperti ruas jalan protokol di kawasan Bundaran Punggur (Bundaran Hamidah) hingga sekitar Kantor BP Batam.
Penataan ini memicu beragam tanggapan masyarakat, khususnya terkait sumber anggaran dan penempatannya.
Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak membebani keuangan negara maupun daerah.
“Ini penting untuk kami sampaikan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat. Program ini tidak menggunakan APBN maupun anggaran operasional BP Batam, melainkan berasal dari kontribusi pihak ketiga melalui skema CSR,” ujarnya, Selasa (14/4).
Menurutnya, pemanfaatan dana CSR merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dalam mendukung pembangunan kota, tanpa mengurangi alokasi anggaran untuk program prioritas yang lebih langsung menyentuh masyarakat.
Ia menjelaskan, penataan pot bougenville tersebut merupakan bagian dari program penataan kawasan untuk meningkatkan estetika kota. Tanaman bougenville dipilih karena memiliki warna cerah yang menarik secara visual serta mampu bertahan di iklim tropis.
Selain itu, bougenville juga dinilai cocok untuk lingkungan perkotaan yang panas dan minim air, sehingga relatif mudah dalam perawatan dan lebih efisien dari sisi pemeliharaan.
“Penempatan pot bougenville ini merupakan langkah untuk memperkuat estetika kota agar lebih indah, asri, dan nyaman bagi masyarakat maupun pengguna jalan,” katanya.
Ariastuty menambahkan, BP Batam juga membuka ruang partisipasi masyarakat untuk ikut menjaga fasilitas tersebut agar tetap terawat. Dukungan publik dinilai penting untuk memastikan keindahan kota dapat dinikmati dalam jangka panjang.
Di sisi lain, pihaknya akan melakukan penyesuaian terhadap penempatan pot, terutama yang dinilai terlalu dekat dengan badan jalan. Penataan ulang ini dilakukan sembari menunggu tambahan tanaman yang masih dalam proses pengiriman dari Pulau Jawa.
“Terima kasih atas seluruh masukan masyarakat. Untuk peletakan yang terlalu dekat dengan jalan, nantinya akan dijauhkan sekitar lima meter agar tetap tersedia bahu jalan, khususnya untuk kondisi darurat,” ujarnya. (*)
Reporter : M SYA’BAN
Editor : GALIH ADI SAPUTRO