Buka konten ini
INGBO (BP) – Sektor tunggal putra Indonesia benar-benar jeblok pada gelaran Badminton Asia Championships (BAC) 2026. Tiga wakil yang turun, tak ada yang mampu menembus semifinal.
Harapan terakhir pupus setelah Jonatan Christie tersingkir pada babak perempat final yang digelar di Ningbo Olympic Sports Center Gymnasium, Tiongkok, kemarin. Unggulan ketiga itu kalah dua gim langsung dari wakil India Ayush Shetty dengan skor 21-23, 17-21.
Kekalahan Jonatan melengkapi kegagalan total tunggal putra Merah Putih. Sebelumnya, dua wakil lain sudah lebih dulu angkat koper. Alwi Farhan harus terhenti pada babak 16 besar. Ia takluk dari unggulan ketujuh asal Jepang Kodai Naraoka dengan skor 16-21, 17-21.
Sementara itu, Moh Zaki Ubaidillah alias Ubed yang memulai dari babak kualifikasi juga gagal melangkah lebih jauh. Ia tersingkir pada babak 32 besar usai kalah dari pemain Jepang lainnya, Koki Watanabe, melalui rubber game 21-15, 14-21, 18-21.
Jonatan mengakui performanya belum maksimal, terutama dalam mengatasi tekanan di poin-poin krusial. Ia menyesali kegagalan menuntaskan gim pertama saat sudah unggul.
Pada gim pertama tersebut, Jojo -sapaan akrab Jonatan- sempat unggul 20-17. Namun, Ayush berhasil comeback dan menutup gim pertama dengan kemenangan 23-21.
”Puji Tuhan tetap bersyukur walaupun hasilnya kalah. Tapi memang ada beberapa kesalahan sendiri yang tidak seharusnya dilakukan,” ujar Jonatan. ”Sangat disayangkan pada gim pertama sudah leading 20 duluan tidak bisa finish. Itu sangat krusial,” tambahnya.
Ia menilai lawannya tampil solid, terutama dalam memanfaatkan peluang serangan. Postur tinggi dan permainan depan Ayush Shetty juga menyulitkan.
”Dia pemain yang cukup tinggi. Tingginya mungkin hampir mirip sama Viktor (Axelsen) dan masih muda juga. Jadi dia punya serangannya juga yang cukup baik. Tadi (kemarin, Red) beberapa kali permainan depan dia sedikit menyusahkan. Dia dapat posisi untuk menyerangnya lebih enak,” tegas Jojo. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO