Buka konten ini

PARIS (BP) – Liverpool FC (LFC) kembali menelan kekalahan. Kekalahan ketiga beruntun dialami LFC dalam lawatan ke Parc des Princes, Paris, kemarin (9/4). Menghadapi tuan rumah Paris Saint-Germain (PSG) dalam first leg perempat final Liga Champions, juara Premier League musim lalu itu kalah dua gol tanpa balas.
LFC sebelumnya takluk empat gol tanpa balas di kandang Manchester City dalam perempat final Piala FA (4/4). Klub berjuluk The Reds itu juga menyerah 1-2 di kandang Brighton & Hove Albion dalam matchweek ke-31 Premier League (21/3).
Taktik yang diusung tactician Arne Slot jadi sorotan di Paris kemarin. Bukan hanya skema baru (3-5-2) yang dianggap pasif (nihil tembakan). Keputusan Slot yang menempatkan wide attacker Mohamed Salah di bench sepanjang laga pun dipertanyakan.
Dilansir dari Sky Sports, Slot beralasan tidak memainkan Salah karena kesempatan untuk memainkan di periode waktu 30 menit terakhir tidak ideal. Sebab, selama periode itu, LFC lebih banyak tertekan dan bertahan.
”Aku rasa, di bagian akhir pertandingan, kami malah lebih banyak bertahan ketimbang menciptakan peluang untuk menciptakan gol,’’ tutur pelatih berkebangsaan Belanda itu.
’’Aku akui, Mo (Salah) memiliki banyak kualitas. Tetapi, jika dia harus bertahan dalam kurun waktu antara 20-25 menit di kotak penalti sendiri, lebih baik baginya untuk menyimpan energi di laga berikutnya,’’ sambung Slot.
Keputusan Slot tak pelak membuat Salah kecewa. Setelah laga, kapten timnas Mesir itu enggan berhenti untuk diwawancarai. Termasuk oleh legenda LFC, Steven Gerrard, yang saat itu diundang TNT Sports ke pinggir lapangan.
’’Dia pasti frustrasi. Tetapi, dia tetap tinggal (di lapangan) dan melakukan latihan tambahan. Dalam pikiranku, dia sosok yang profesional,’’ kata Gerrard. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO