Buka konten ini

FAKTA baru terungkap dalam kasus tewasnya seorang wanita muda di Perumahan Pendawa Asri, Batuaji. Korban berinisial JPB, 21, diduga sengaja merahasiakan kehamilannya hingga berujung pada tragedi yang merenggut nyawanya, Selasa (7/4) dini hari.
Kapolsek Batuaji, AKP Bayu Rizki Subagyo, mengatakan hasil penyelidikan sementara menunjukkan korban tidak pernah mengakui kehamilannya kepada siapa pun, termasuk kepada pasangannya berinisial FJ.
“Korban cenderung menutup diri dan tidak pernah mengakui bahwa dirinya hamil,” ujarnya, Kamis (9/4).
Hubungan keduanya diketahui telah berlangsung sejak Agustus tahun lalu. Seiring waktu, perubahan fisik korban mulai terlihat, terutama pada Februari saat perutnya tampak membesar. FJ sempat menyarankan agar korban melakukan tes kehamilan, namun tidak diindahkan. Bahkan, kepada tetangga kos, korban berdalih perubahan tubuhnya disebabkan konsumsi minuman dingin.
Sikap tertutup tersebut membuat kondisi kehamilan korban tidak terdeteksi hingga menjelang kejadian. Polisi menduga korban melahirkan sendiri tanpa bantuan medis di dalam kamar kos.
“Dari hasil penyelidikan, korban melahirkan di kamar, kemudian bayi laki-laki disimpan di dalam lemari, sebelum korban menuju toilet untuk membersihkan diri,” ungkap Bayu.
Dugaan ini diperkuat dengan ditemukannya jasad bayi laki-laki yang dibungkus handuk di dalam lemari kamar korban. Namun, hingga kini polisi masih menunggu hasil pemeriksaan medis untuk memastikan apakah bayi tersebut lahir dalam kondisi hidup atau meninggal saat dilahirkan.
Kronologi kejadian bermula ketika korban sempat menghubungi FJ sekitar pukul 21.30 WIB. Namun, panggilan tersebut tidak tersambung karena FJ sedang bekerja lembur di kawasan Tanjunguncang. Saat FJ tiba di kos sekitar pukul 22.29 WIB, korban sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri.
Korban kemudian dilarikan ke RS Graha Hermine, namun nyawanya tidak tertolong. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya luka di bagian vital serta pendarahan hebat yang mengindikasikan korban baru saja melahirkan tanpa penanganan medis.
Meski demikian, polisi memastikan tidak ditemukan unsur tindak pidana dalam kasus ini. “Dari hasil penyelidikan dan fakta di lapangan, belum mengarah ke tindak pidana. Untuk visum juga tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” tegas Bayu.
Ia juga memastikan bahwa FJ tidak terlibat dalam peristiwa tersebut. Saat kejadian, FJ diketahui sedang bekerja, yang diperkuat dengan data absensi di tempat kerjanya.
Sejauh ini, polisi telah memeriksa tiga orang saksi, yakni FJ, tetangga kos, dan kakak korban. Sementara penyebab pasti kematian masih menunggu hasil autopsi.
Ketua RT 01 Perumahan Pendawa Asri, Doni, menyebut korban baru sekitar empat bulan tinggal di kos tersebut. Ia juga mengaku sempat menegur korban terkait keberadaan pacarnya di kamar kos.
“Sudah pernah ditegur, tapi tidak diindahkan,” ujarnya.
Peristiwa ini sempat menggegerkan warga sekitar setelah korban ditemukan dalam kondisi tergeletak di dalam toilet, sementara jasad bayi ditemukan di dalam lemari kamar.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya keterbukaan serta penanganan medis yang tepat dalam kondisi kehamilan guna mencegah tragedi serupa terulang. (***)
Reporter : EUSEBIUS SARA – YOFI YUHENDRI
Editor : GALIH ADI SAPUTRO