Buka konten ini
JAKARTA (BP) – Pendiri Amazon, Jeff Bezos, kembali mencuri perhatian dunia teknologi melalui proyek kecerdasan buatan bertajuk Project Prometheus. Proyek ini berfokus pada pengembangan AI untuk aplikasi dunia nyata, seperti engineering, manufaktur, hingga dirgantara.
Pendekatan tersebut berbeda dari tren AI saat ini yang banyak berfokus pada model bahasa seperti ChatGPT. Bezos justru mendorong AI untuk terlibat langsung dalam proses fisik industri.
Mengutip Observer, Kamis (9/4), salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah merekrut Kyle Kosic, mantan peneliti OpenAI sekaligus anggota awal xAI milik Elon Musk, sebagai bagian dari tim inti.
Kosic disebut bergabung dengan tim yang berkembang pesat dan diisi oleh para profesional dari berbagai perusahaan teknologi besar.
Dalam proyek ini, Bezos menjabat sebagai co-CEO bersama Vikram Bajaj, mantan peneliti Google X. Ini menjadi peran operasional pertama Bezos sejak mundur dari Amazon pada 2021.
Project Prometheus disebut memulai operasinya dengan pendanaan awal sekitar 6,2 miliar dolar AS atau setara Rp105 triliun. Saat ini, perusahaan juga tengah menggalang tambahan dana untuk mempercepat pengembangan teknologi.
Fokus utama mereka adalah mengembangkan konsep physical AI, yakni sistem kecerdasan buatan yang mampu memahami dan beroperasi di dunia nyata, bukan sekadar mengolah data digital.
Teknologi ini dirancang untuk mendukung proses industri, mulai dari desain mesin hingga pengelolaan lini produksi.
Sejumlah analis menilai, pengembangan physical AI berpotensi mengubah cara industri beroperasi, termasuk meningkatkan efisiensi produksi dan mendorong inovasi desain.
Di sisi lain, perekrutan talenta seperti Kosic juga mencerminkan persaingan ketat dalam industri AI global. Perusahaan teknologi besar hingga startup berlomba-lomba menarik peneliti terbaik.
Project Prometheus sendiri telah berekspansi dengan membuka kantor di sejumlah kota dunia, seperti San Francisco, London, dan Zurich. Ratusan peneliti dan insinyur dari perusahaan seperti Meta, DeepMind, OpenAI, hingga Microsoft turut bergabung.
Persaingan juga datang dari startup lain di sektor serupa. Salah satunya AMI Labs di Paris yang berhasil meraih pendanaan awal hingga 1 miliar dolar AS.
Langkah Bezos ini dinilai sebagai upaya menempatkan AI tidak hanya sebagai teknologi digital, tetapi sebagai penggerak utama revolusi industri masa depan. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY