Buka konten ini

LOS ANGELES (BP) – Raksasa hiburan asal Amerika Serikat, Disney, dikabarkan akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 1.000 karyawan dalam beberapa pekan ke depan.
Informasi tersebut dilaporkan media AS, The Wall Street Journal (WSJ), Rabu (8/4), mengutip sejumlah sumber yang mengetahui rencana tersebut.
PHK ini disebut menjadi salah satu langkah besar pertama di bawah kepemimpinan CEO baru, Josh D’Amaro. Pemangkasan tenaga kerja diperkirakan akan banyak menyasar divisi pemasaran.
Seperti perusahaan hiburan lainnya di Hollywood, Disney tengah menghadapi tantangan penurunan pendapatan dari bisnis tradisional. Keuntungan dari layanan streaming dinilai belum mampu menggantikan pendapatan besar yang sebelumnya diperoleh dari televisi konvensional.
Selain itu, penurunan pendapatan box office serta persaingan ketat dengan perusahaan teknologi turut menekan kinerja perusahaan.
Di sisi lain, Disney juga berupaya mengalihkan investasi ke sektor digital yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan lebih besar ke depan.
Sebelumnya, perusahaan ini telah memangkas lebih dari 8.000 karyawan sejak Bob Iger kembali menjabat sebagai CEO pada 2022 dan memulai restrukturisasi besar-besaran.
Sumber WSJ menyebutkan, rencana PHK terbaru ini sebenarnya telah disusun sebelum D’Amaro resmi menjabat.
Josh D’Amaro, 54, mulai memimpin The Walt Disney Company pada 18 Maret lalu. Hingga kini, ia belum memaparkan secara rinci strategi restrukturisasi ke depan, namun disebut berfokus pada peningkatan efisiensi dan kolaborasi antar divisi. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY