Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan keinginannya untuk mengambil alih PT Permodalan Nasional Madani (PNM) di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Adapun saat ini tahapannya masih dalam proses diskusi bersama dengan Danantara Indonesia.
Menurut Purbaya, nantinya PNM akan menjadi lembaga resmi penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) di bawah PT SMI atau PIP yang merupakan Special Vehicle milik Kemenkeu.
Bahkan, ke depannya Purbaya targetkan bisa menjadi sebuah Bank Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
”Saya sedang purpose ke Danantara, PNM kasih ke saya. PNM Madani kasihkan ke saya, nanti saya akan jadikan PNM itu penyalur KUR,” ujar Purbaya dalam Rapat Komisi XI DPR RI di Jakarta, dikutip Selasa (7/4).
”Daripada BRI nyalurin KUR kadang-kadang banyak protes, banyak yang nggak kebagian. Jadi PNM akan menjadi bank, mungkin di bawah PT SMI atau PIP di bawah kita. Dia akan menyalurkan KUR,” tambahnya.
Bukan tanpa dasar, Purbaya mengungkapkan keinginannya untuk menarik PNM menjadi di bawah Kemenkeu seiring dengan anggaran besar yang selalu dikucurkan kepada perbankan.
Adapun secara nilai, kata Purbaya, total anggaran yang dikucurkan kepada sejumlah bank mencapai Rp 40 triliun per tahun. Niatnya, mengambil alih PNM tak lain agar dana tersebut tidak hilang, tetapi tetap bergulir sebagai dana pinjaman murah bagi masyarakat.
”Hitungannya begini kalau KUR yang lewat bank-bank itu kan saya bayar bunga hampir 18 persen, uangnya hilang. Setiap tahun Rp 40 triliun di situ,” beber Purbaya.
”Strategi saya gini, yaudah Anda saya ambil tempat saya, jadikan bank. Setiap tahun saya setor Rp 40 triliun ke dia. Jadi anggaran saya enggak bertambah, tapi dia meminjamkan sebagai dana bergulir sebagai dana murah. Jadi Rp 40 triliunnya enggak ilang,” lanjutnya.
Mantan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) ini juga mengungkapkan jika kemudian Kemenkeu mengucurkan rutin Rp 40 triliun per tahun kepada PNM. Maka, kata dia, PNM yang saat ini masih berada di bawah PT Bank Rayat Indonesia (Persero) justru akan menjadi bank besar dengan modal capai Rp 200 triliun.
”Kalau saya inject, setahun dua tahun berturut-turut. Dia sudah bisa jadi bank yang punya modal Rp 200 triliun dan itu sudah jadi bank besar. Nanti setelah itu, kita akan ubah itu menjaadi bank UMKM,” tuturnya.
Tak hanya didesain menjadi bank, tetapi PNM yang berada di bawah Kemenkeu, nantinya akan dilengkapi dengan sejumlah unit pengembangan UMKM secara terintegrasi. Di dalamnya, kata Purbaya, akan ada penasehat UMKM, pelatihan, pemasaran, hingga penjamin kreditnya.
Purbaya menyebut, dirinya sudah mendapat restu dari Presiden Prabowo Subianto untuk mengambil alih PNM. Namun, rencana besar dirinya di Kemenkeu perlu mendapat dukungan dari sejumlah pihak lain, salah satunya dari Komisi XI DPR. ”Kalau boleh dan didukung oleh Komisi XI saya akan eksekusi itu. Saya sudah lapor ke Pak Presiden, kalau bagus jalankan saja. Tapi kita masih berunding dengan Danantara. Mohon dukungannya.
Kalau mereka mau jalan ya gakpapa, tapi kalau kita mau buat yang betul, harus seperti itu,” tukasnya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI