Buka konten ini

SEKUPANG (BP) – Cuaca ekstrem melanda sejumlah wilayah di Kota Batam, Selasa (7/4) pagi. Angin puting beliung dan angin kencang menyebabkan kerusakan pada rumah warga di Kecamatan Sekupang dan Bulang, meski tidak menimbulkan korban jiwa.
Di Perumahan Cipta Green Mansion, Kelurahan Tanjung Pinggir, Kecamatan Sekupang, angin puting beliung terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Pusaran angin menghantam sebuah rumah yang masih dalam tahap pembangunan hingga menyebabkan dua bagian atap terlepas dan tersangkut di kabel listrik.
Kapolsek Sekupang, Kompol Hippal Tua Sirait, mengatakan pihaknya langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat.
“Anggota langsung melakukan pengecekan dan penanganan awal untuk memastikan situasi aman,” ujarnya.
Saksi di lokasi sekaligus pengembang perumahan, Ahmad Amin, menyebut angin datang secara tiba-tiba dan menghantam bangunan kosong dengan kekuatan besar.
“Dua bagian atap terlepas dan tersangkut di kabel listrik,” katanya.
Untuk mengantisipasi potensi bahaya, polisi berkoordinasi dengan PLN Batam. Petugas bersama warga kemudian mengevakuasi material atap yang tersangkut agar tidak membahayakan lingkungan sekitar.
Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian tersebut. Namun, kerusakan material terjadi pada bagian atap bangunan.
Pada waktu hampir bersamaan, angin kencang juga menerjang Kelurahan Pulau Buluh, Kecamatan Bulang. Sedikitnya tiga rumah warga di RT 04/RW 02 dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian atap.
Warga yang panik langsung berupaya menyelamatkan barang-barang di dalam rumah, kemudian bergotong royong membersihkan puing dan memperbaiki kerusakan.
Salah seorang warga, Azmi, mengatakan kerusakan terjadi akibat atap rumah beterbangan saat angin kencang disertai hujan deras.
“Ada tiga rumah yang rusak, atapnya terbang. Tidak ada korban,” ujarnya.
Menurut Azmi, warga setempat langsung turun tangan membantu pemilik rumah agar kerusakan tidak semakin parah.
“Warga langsung bergotong royong membersihkan dan memperbaiki rumah-rumah itu. Kerugian masih dihitung, sebagian besar di bagian atap,” katanya.
Ia juga menyebut kawasan tersebut kerap terdampak angin kencang setiap kali cuaca buruk terjadi. Peristiwa serupa bahkan pernah terjadi saat Ramadan lalu.
“Kata orangtua, daerah ini memang jalur angin. Jadi kalau cuaca buruk, sering terdampak,” ungkapnya.
Kapolsek Bulang, Iptu Bobby Pratama, membenarkan kejadian tersebut dan memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka.
“Tidak ada korban dan situasi tetap kondusif. Warga juga sudah bahu membahu memperbaiki rumah yang rusak,” ujarnya.
Hingga kini, pendataan terhadap warga terdampak masih terus dilakukan. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
“Segera laporkan jika ada kejadian yang membahayakan agar dapat segera ditangani,” tutup Kapolsek. (*)
Reporter : RENGGA YULIANDRA – YOFI YUHENDRI
Editor : GALIH ADI SAPUTRO