Buka konten ini

NATUNA (BP) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna terus menggenjot pengembangan kawasan Geopark sebagai strategi mendorong potensi daerah berbasis kekayaan alam dan geologi. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisata sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.
Geopark Natuna merupakan kawasan yang menyatukan keunikan geologi, keanekaragaman hayati, serta kekayaan budaya dalam satu ekosistem terpadu. Konsep ini tidak hanya menitikberatkan pada pelestarian alam, tetapi juga edukasi dan pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal secara berkelanjutan.
Sejumlah lokasi unggulan masuk dalam kawasan geopark ini, di antaranya Pulau Akar, Batu Kasah, Gunung Ranai, Pantai Gua dan Bamak, Pulau Senua, Pulau Setanau, Tanjung Senubing, Tanjung Datuk, hingga Taman Batu Alif. Masing-masing memiliki karakteristik geologi dan panorama alam yang khas.
Gunung Ranai, misalnya, menjadi ikon Natuna dengan bentang granit raksasa yang menjulang. Sementara Pulau Senua dikenal dengan keindahan lautnya serta legenda yang hidup di tengah masyarakat.
Di sisi lain, Pantai Gua dan Bamak menawarkan pesona pantai dengan formasi batuan unik, sedangkan Batu Kasah dan Taman Batu Alif menampilkan susunan granit khas Natuna.
Keberagaman ini menjadi kekuatan utama dalam pengembangan geopark.
Bupati Natuna, Cen Sui Lan, mengatakan pengembangan Geopark Natuna terus didorong agar dapat meraih pengakuan sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp).
“Ini bukan sekadar pengakuan, tetapi bagaimana potensi daerah kita dikenal dunia,” ujarnya, Senin (6/4).
Menurutnya, sebagai wilayah perbatasan, Natuna memiliki potensi sumber daya alam yang besar. Namun, pengembangannya masih membutuhkan dukungan pemerintah pusat, terutama dalam pembangunan infrastruktur dan pengelolaan kawasan.
Ia menegaskan, pengembangan geopark harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, tidak hanya sebagai kawasan konservasi.
“Geopark ini harus berdampak langsung, baik bagi pariwisata, ekonomi kreatif, maupun pengembangan wilayah secara menyeluruh,” tegasnya.
Sementara itu, Staf Khusus Bappenas, Rama Notowidigdo, menekankan pentingnya perencanaan berbasis potensi daerah dalam pengembangan geopark sebagai bagian dari strategi nasional.
Menurutnya, pengusulan Geopark Natuna menuju UGGp harus didukung data yang kuat, sinergi lintas sektor, serta mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata.
“Geopark ini bisa meningkatkan kunjungan wisata, membuka lapangan kerja, mendorong UMKM, hingga memperkuat identitas daerah berbasis kearifan lokal,” jelasnya. (*)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GUSTIA BENNY