Buka konten ini

BATAM KOTA (BP) – Usai perayaan Idulfitri, masyarakat Kota Batam kembali dihadapkan pada kenaikan harga kebutuhan pokok, terutama minyak goreng, yang memicu keluhan dari ibu rumah tangga hingga pelaku usaha kecil.
Pantauan di sejumlah pasar dan swalayan menunjukkan harga minyak goreng mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir. Selain itu, minyak goreng bersubsidi merek Minyakita juga dilaporkan mulai sulit ditemukan di pasaran.
Di sisi lain, sejumlah merek baru bermunculan dengan harga relatif lebih tinggi, yakni berkisar Rp18 ribu hingga Rp20 ribu per liter. Untuk minyak goreng premium, kenaikan juga terjadi. Salah satunya produk Sunco yang kini dijual sekitar Rp42 ribu per 2 liter, dari sebelumnya Rp38 ribu hingga Rp39 ribu.
Karyawan salah satu swalayan di kawasan Nongsa, Resti, membenarkan adanya kenaikan harga tersebut. Ia menyebutkan, kenaikan telah terjadi sekitar tiga hari terakhir dengan rata-rata Rp1.000 hingga Rp2.000 per liter.
“Naik sudah sejak tiga hari lalu. Banyak ibu-ibu yang mengeluh saat belanja,” ujarnya.
Resti menambahkan, stok yang saat ini dijual masih merupakan barang lama sehingga harga belum sepenuhnya mengikuti kenaikan terbaru. Namun, jika stok lama habis, harga akan disesuaikan dengan harga baru dari distributor.
Dampak kenaikan harga ini juga dirasakan pelaku usaha kecil. Lina, seorang pedagang makanan, mengaku terpaksa menaikkan harga jual produknya karena biaya bahan baku yang ikut meningkat.
“Harga minyak goreng naik, semua serba mahal. Bahan-bahan untuk membuat kue juga ikut naik,” katanya.
Hingga saat ini, Ketua Asosiasi Distributor Bahan Pokok Kota Batam, Aryanto, belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab kenaikan harga minyak goreng tersebut. (*)
Reporter : YASHINTA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO