Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Manulife Wealth & Asset Management resmi menuntaskan akuisisi PT Schroder Investment Management Indonesia (Schroders Indonesia) melalui PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI). Itu dilakukan setelah mengantongi persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Langkah ini diyakini menjadi salah satu aksi korporasi besar di industri pengelolaan aset nasional, di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap instrumen investasi yang aman dan terdiversifikasi.
Dengan rampungnya transaksi tersebut, proses integrasi antara MAMI dan Schroders Indonesia mulai dijalankan secara bertahap. Selama masa transisi, kedua entitas tetap beroperasi paralel sambil melakukan penggabungan sistem, produk, hingga operasional.
Chief Executive Officer Wealth and Asset Management Asia Manulife Fabio Fontainha mengatakan, akuisisi ini mempertegas komitmen jangka panjang perusahaan di Indonesia sekaligus memperkuat posisi MAMI sebagai manajer investasi terbesar di Tanah Air.
”Penggabungan ini menghadirkan skala yang lebih besar, kapasitas inovasi yang lebih tinggi, serta wawasan global untuk memperluas solusi investasi bagi nasabah,” ujar Fabio Fontainha melalui keterangannya.
Akuisisi ini juga dinilai strategis di tengah tren pertumbuhan investor ritel Indonesia yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Seiring literasi keuangan yang semakin membaik dan digitalisasi layanan investasi.
CEO & President Director MAMI Afifa menyebut, langkah ini bukan sekadar ekspansi bisnis, melainkan bagian dari upaya memperluas dampak layanan investasi.
”Ini membuka babak baru bagi kami untuk menghadirkan solusi investasi yang lebih berkualitas dan memperkuat kepemimpinan di industri yang terus berkembang,” kata Afifa.
Sementara itu, CEO Schroders Indonesia Michael T. Tjoajadi menilai, bergabungnya perusahaan dengan MAMI akan memperluas akses terhadap sumber daya global. Juga peluang pertumbuhan baru, tanpa meninggalkan kekuatan utama yang telah dibangun selama puluhan tahun.
Dari sisi bisnis, kombinasi kedua perusahaan ini menciptakan kekuatan baru di industri. MAMI sebelumnya mengelola dana investasi sebesar Rp 124,3 triliun per akhir 2025 dengan lebih dari 2,5 juta nasabah. Sementara Schroders Indonesia mengelola aset lebih dari Rp 53 triliun.
Integrasi ini diharapkan memperkuat kapasitas investasi, memperluas jaringan distribusi, serta menghadirkan ragam produk yang lebih kompetitif. Mulai dari reksa dana hingga solusi investasi berbasis syariah.
Di tengah dinamika pasar global dan domestik, langkah konsolidasi seperti ini dinilai menjadi strategi penting bagi pelaku industri untuk meningkatkan daya saing sekaligus menjaga kepercayaan investor dalam jangka panjang. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI