Buka konten ini

SEBANYAK 143 ribu warga di Provinsi Kepulauan Riau mulai menerima bantuan pangan dari Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia. Bantuan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam membantu pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat.
Dalam program tersebut, setiap penerima memperoleh 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng. Bantuan ini merupakan akumulasi penyaluran untuk dua bulan sekaligus.
Distribusi bantuan dilakukan secara bertahap di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Natuna. Pemerintah daerah turut mengawal proses penyaluran agar berjalan lancar dan tepat sasaran.
Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, secara simbolis menyerahkan bantuan di Kompleks Pergudangan Bulog Natuna, Minggu (5/4), sebagai tanda dimulainya distribusi di wilayah tersebut.
Ansar menegaskan, bantuan pangan ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam menjaga kesejahteraan masyarakat, terutama di tengah tantangan ekonomi yang masih dirasakan.
“Program ini bukan sekadar bantuan, tetapi wujud nyata perhatian pemerintah kepada masyarakat,” ujar Ansar.
Ia menambahkan, banyaknya program dari pemerintah pusat yang masuk ke Kepri tidak lepas dari peran aktif pemerintah daerah dalam mengusulkan berbagai program.
Karena itu, ia menekankan pentingnya peran seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk terus proaktif berkoordinasi dengan pemerintah pusat.
“Kita harus terus menjemput peluang agar semakin banyak program yang bisa dirasakan masyarakat,” jelasnya.
Selain itu, Ansar juga mengingatkan masyarakat untuk bijak dalam mengonsumsi pangan dan menghindari pemborosan.
“Saya mengajak masyarakat untuk makan secukupnya, tidak berlebihan, dan tidak membuang makanan. Ini penting untuk menjaga ketahanan pangan bersama,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Natuna, Cen Sui Lan, menyebut jumlah penerima manfaat di daerahnya mengalami peningkatan signifikan. Tahun ini, penerima bantuan mencapai 7.321 orang, naik dari sebelumnya 3.688 orang.
“Ini menunjukkan perhatian pemerintah semakin besar agar lebih banyak masyarakat yang merasakan manfaat,” ujarnya.
Cen juga mengajak masyarakat untuk tidak hanya bergantung pada bantuan, tetapi turut mendukung perekonomian lokal dengan mengonsumsi produk daerah.
“Mari kita beli ikan dari nelayan kita dan sayur dari petani lokal. Dengan begitu, ekonomi daerah akan terus bergerak,” pungkasnya. (***)
Reporter : Ihsan Imaduddin
Editor : GUSTIA BENNY