Buka konten ini

TANJUNGPINANG (BP) – Penjual air bersih di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, kebanjiran pesanan di tengah krisis air yang belum sepenuhnya teratasi, meski hujan sempat mengguyur dalam beberapa waktu terakhir.
Dalam sehari, jasa penjualan air bersih melayani puluhan pesanan pengantaran. Dari aktivitas tersebut, pendapatan yang diraup bisa mencapai jutaan rupiah per hari.
“Kalau kondisi fisik kuat, pesanan bisa sampai puluhan, bahkan hingga malam hari,” ujar Romi, salah seorang penjual air bersih di Tanjungpinang, Minggu (5/4).
Ia menjelaskan, harga air tangki saat ini berkisar Rp55 ribu per ton untuk lokasi terdekat, dan Rp70 ribu per ton untuk wilayah yang lebih jauh.
Dalam sehari, volume pengantaran air bersih dapat mencapai 14 ton. “Harga tergantung stok dan jarak antar. Kalau jaraknya jauh, bisa Rp70 ribu,” jelasnya.
Air yang dijual, lanjut Romi, diperoleh dari sumur milik rekannya yang memiliki pasokan cukup melimpah dan aman dikonsumsi setelah dimasak.
Namun, ia mengaku sempat khawatir pasokan air akan menipis akibat kemarau yang berkepanjangan, terlebih ada beberapa penyedia jasa serupa yang mengambil air dari sumber yang sama.
“Kami sempat khawatir air habis, karena banyak juga yang mengambil di tempat yang sama,” katanya.
Meski memperoleh keuntungan dari meningkatnya permintaan air bersih, Romi tetap berharap hujan turun dengan intensitas tinggi agar krisis air segera berakhir.
“Bukan hanya warga yang kesulitan air, kami juga akan kesulitan mencari sumber air untuk dijual,” pungkasnya. (*)
Reporter : Mohamad Ismail
Editor : GUSTIA BENNY