Buka konten ini

NONGSA (BP) – Stabilitas keamanan kawasan industri kembali menjadi sorotan, menyusul komitmen tegas Kapolda Kepri, Asep Safrudin, yang menegaskan tidak ada toleransi terhadap segala bentuk gangguan keamanan saat kunjungan kerja ke Kawasan Industri Terpadu Kabil, Rabu (1/4).
Kunjungan tersebut menjadi langkah strategis Polda Kepri dalam memperkuat pengamanan kawasan industri, di tengah meningkatnya perhatian terhadap faktor keamanan sebagai penentu utama kepercayaan investor.
“Sekecil apa pun gangguan kamtibmas akan berdampak terhadap kepercayaan investor. Tidak boleh ada ruang bagi pelaku kejahatan di kawasan industri. Penindakan harus tegas dan menyeluruh, termasuk terhadap jaringan penadah,” tegas Asep.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga persepsi positif terhadap Batam dan Kepulauan Riau di mata global. Menurutnya, narasi negatif terkait keamanan harus dicegah sejak dini agar tidak mengganggu iklim investasi.
“Kepri memiliki keunggulan sebagai kawasan Free Trade Zone. Ini harus kita jaga bersama. Jangan sampai muncul persepsi bahwa wilayah ini tidak aman bagi investasi,” ujarnya.
Selain penegakan hukum, kepolisian juga mengedepankan langkah preemtif dan preventif. Edukasi kepada masyarakat serta penguatan sinergi dengan pelaku usaha dinilai penting untuk menciptakan stabilitas keamanan yang berkelanjutan.
Sementara itu, CEO Citramas Group, Kris Wiluan, menyampaikan apresiasi atas perhatian Polda Kepri dalam menjaga keamanan kawasan industri Kabil.
“Kami sangat mengharapkan dukungan Polri dalam pengamanan kawasan, termasuk mengantisipasi potensi gangguan seperti pencurian maupun perompakan. Keamanan adalah faktor utama bagi keberlanjutan investasi,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, pada periode Oktober 2024 hingga Januari 2025 sempat terjadi kasus pencurian kabel di kawasan tersebut, yang menjadi perhatian serius pengelola.
Meski demikian, kawasan Kabil terus berkembang dengan berbagai fasilitas strategis, mulai dari pusat industri, pelatihan tenaga kerja, hingga pengembangan energi terbarukan yang turut membuka lapangan kerja bagi masyarakat.
Di sisi lain, Kapolresta Barelang turut mengingatkan pentingnya kecepatan pelaporan setiap kejadian kepada aparat kepolisian.
“Kami mengimbau agar setiap permasalahan segera dilaporkan, tanpa harus menunggu viral di media sosial. Respons cepat menjadi kunci menjaga stabilitas keamanan,” tegasnya.
Melalui langkah tersebut, Polda Kepri menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai garda terdepan dalam menjamin keamanan kawasan industri, demi menjaga kepercayaan investor sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Kepulauan Riau. (*)
Reporter : YASHINTA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO