Buka konten ini

LINGGA (BP) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dabo Lingga memprediksi puncak musim kemarau di wilayah Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, akan terjadi pada Mei hingga Juni 2026.
Kendati demikian, kondisi kemarau tahun ini masih tergolong normal. Hal ini karena wilayah Lingga termasuk dalam Zona Musim (ZOM) ekuatorial tipe 1, yang secara statistik tetap mengalami hujan sepanjang tahun, meskipun dalam periode kering.
Kepala BMKG Dabo Lingga, Ady Istiono, menjelaskan bahwa meski saat ini terjadi kemarau panjang, hujan masih berpotensi turun, terutama di wilayah pesisir.
“Wilayah Lingga masuk ZOM ekuatorial tipe 1, sehingga tetap ada peluang hujan meski dalam periode kemarau,” ujarnya, Rabu (1/4).
Ia menambahkan, pada periode puncak kemarau nanti, sejumlah wilayah pesisir seperti Singkep Barat, Senayang, dan sekitarnya masih berpotensi mengalami hujan.
Selain itu, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi banjir rob yang dipicu fase bulan purnama.
“Potensi rob terjadi pada 1 hingga 12 April akibat pengaruh fase bulan purnama,” jelasnya.
Ady mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Cuaca panas berkepanjangan, lanjutnya, juga berisiko memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Cuaca panas yang berlangsung lama sangat berpotensi menyebabkan kebakaran,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir agar rutin memantau perkembangan cuaca guna mengantisipasi potensi banjir rob. (*)
Reporter : Vatawari
Editor : GUSTIA BENNY