Buka konten ini
SEIBEDUK (BP) – Maraknya aksi pencurian di kawasan Seibeduk dan Sagulung, Kota Batam, membuat aparat kepolisian mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dengan memperketat sistem keamanan lingkungan.
Kapolsek Seibeduk, Iptu Alex Yasral, menegaskan pencegahan kejahatan tidak bisa hanya mengandalkan aparat kepolisian, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat.
“Karena kejahatan ini tidak bisa dicegah dengan polisi saja, tetapi juga dibutuhkan kewaspadaan dan kepedulian masyarakat,” ujarnya, Rabu (1/4).
Ia mengimbau warga untuk kembali mengaktifkan sistem keamanan lingkungan (siskamling) di perumahan maupun permukiman. Selain itu, penerapan one gate system dinilai efektif untuk memperketat akses keluar masuk lingkungan.
Menurutnya, ronda malam yang dilakukan secara rutin dapat menjadi langkah deteksi dini terhadap aktivitas mencurigakan. Dengan adanya siskamling, pelaku kejahatan akan lebih sulit masuk tanpa diketahui warga.
“Jika memungkinkan, lengkapi juga dengan portal, buku tamu, dan CCTv di pintu masuk, sehingga setiap orang yang keluar masuk dapat terdeteksi,” katanya.
Ia menambahkan, sistem satu pintu akan mempermudah pengawasan karena seluruh akses keluar masuk terpusat. Hal ini diyakini mampu menekan peluang pelaku kejahatan beraksi.
Selain pengamanan lingkungan, Alex juga mengingatkan warga agar tidak lengah saat memarkir kendaraan. Ia menyarankan kendaraan diparkir di lokasi yang terang dan mudah diawasi, serta dilengkapi kunci tambahan.
“Pastikan kendaraan dalam kondisi terkunci stang dan gunakan kunci tambahan. Parkir di tempat yang mudah diawasi walau hanya sebentar,” tegasnya.
Menurut dia, imbauan tersebut telah berulang kali disampaikan kepada masyarakat. Bahkan, personel Polsek Sei Beduk rutin melakukan patroli berjalan kaki ke sejumlah kawasan permukiman.
Sebelumnya, warga Perumahan Bida Ayu sempat diresahkan oleh aksi kawanan pencuri yang berkeliling perumahan pada tengah malam. Pelaku diduga berjumlah dua orang, dengan modus satu orang mengambil barang di teras rumah, sementara rekannya mengawasi situasi sekitar.
Dalam aksinya, pelaku berhasil membawa kabur sejumlah barang milik warga, mulai dari helm hingga sepeda motor. Aksi tersebut terekam kamera CCTv yang menunjukkan pelaku berjalan kaki menyusuri kawasan perumahan sebelum melancarkan aksinya.
Di wilayah Sagulung, kasus pencurian sepeda motor juga dilaporkan meningkat usai Lebaran. Dalam sepekan terakhir, polisi telah menangkap dua pelaku curanmor berinisial MA, 29, dan RGS, 21.
Kapolsek Sagulung, Iptu Husnul Faikar, mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat memarkir kendaraan, dengan selalu menggunakan kunci ganda meski kendaraan ditinggal dalam waktu singkat.
“Jangan pernah tinggalkan motor tanpa kunci tambahan, meski hanya sebentar. Pelaku curanmor biasanya memanfaatkan kelengahan sekecil apa pun,” ujarnya.
Menurut Husnul, pelaku kerap memanfaatkan situasi lengah pemilik kendaraan. Oleh karena itu, penggunaan kunci tambahan dinilai sebagai langkah sederhana namun efektif untuk mencegah pencurian.
“Banyak kasus terjadi karena kendaraan diparkir tanpa pengamanan. Kunci ganda bisa menjadi langkah sederhana untuk menggagalkan aksi pelaku,” katanya.
Dalam pengungkapan terbaru, MA ditangkap setelah mencuri sepeda motor Yamaha Jupiter Z BP 4489 DA milik tetangganya. Sementara RGS diamankan karena mencuri sepeda motor Satria FU BP 6319 GJ di kawasan rumah kos Perumahan Merapi Subur.
Polisi menyebut kedua pelaku menggunakan modus yang sama, yakni mematahkan stang motor sebelum membawa kabur kendaraan. Setelah itu, motor didorong ke lokasi yang lebih sepi agar tidak menimbulkan kecurigaan.
Maraknya kasus curanmor ini membuat polisi kembali mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati, terutama saat memarkir kendaraan di depan rumah, kos-kosan, maupun tempat umum.
“Pelaku tidak butuh waktu lama. Saat ada kesempatan, motor bisa langsung dibawa. Karena itu, masyarakat harus lebih waspada, terutama usai Lebaran ini,” ungkapnya. (*)
Reporter : YOFI YUHENDRI
Editor : GALIH ADI SAPUTRO