Buka konten ini

NATUNA (BP) – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda Kabupaten Natuna dalam dua hari terakhir, 27 hingga 28 Maret 2026. Sekitar 150 hektare lahan dilaporkan hangus di sejumlah titik.
Kondisi ini mendorong Pemerintah Kabupaten Natuna menetapkan status tanggap darurat bencana karhutla guna mempercepat penanganan dan mencegah kebakaran meluas.
Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Bupati Natuna Nomor 147 Tahun 2026 yang ditandatangani pada 30 Maret 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Natuna, Raja Darmika, mengatakan status tanggap darurat diberlakukan selama tujuh hari ke depan dan dapat diperpanjang sesuai kondisi di lapangan.
“Status tanggap darurat berlangsung hingga tujuh hari ke depan. Bisa diperpanjang, tergantung perkembangan situasi,” ujarnya, Senin (30/3).
Ia menjelaskan, cuaca panas yang melanda Natuna dalam beberapa waktu terakhir menjadi pemicu utama meningkatnya risiko kebakaran. Minimnya curah hujan membuat lahan mengering dan mudah terbakar.
Selain itu, fenomena El Nino turut memperparah kondisi dengan memperpanjang musim kemarau. Akibatnya, kelembapan tanah menurun drastis sehingga api cepat menyebar saat terjadi kebakaran.
Raja menambahkan, potensi munculnya titik api baru masih cukup tinggi. Karena itu, pemantauan dan penanganan dilakukan secara intensif di wilayah rawan.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah daerah mendirikan posko penanganan kebakaran di Kecamatan Bunguran Batubi. Posko ini menjadi pusat koordinasi pemantauan dan penanganan titik api.
“Posko ini untuk memudahkan koordinasi dan mempercepat penanganan di lapangan,” jelasnya.
Sejumlah personel gabungan dari BPBD, kepolisian, dan aparat kecamatan disiagakan di lokasi. Petugas juga rutin melakukan patroli guna mendeteksi dini potensi kebakaran.
Selain itu, masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar. Kesadaran warga dinilai menjadi kunci utama dalam mencegah karhutla.
Hingga saat ini, dampak kabut asap belum dirasakan signifikan dan kondisi masih relatif terkendali, meski potensi kebakaran tetap tinggi.
Pemerintah daerah berharap kebakaran dapat segera diatasi agar tidak meluas ke wilayah lain. (*)
Reporter : Ihsan Imaduddin
Editor : GUSTIA BENNY