Buka konten ini

BATAM (BP) – Arus balik Lebaran mendekati momen puncak di Batam. Kepadatan penumpang terjadi di sejumlah titik transportasi, mulai dari Bandara Hang Nadim hingga pelabuhan laut.
Di Bandara Hang Nadim, Minggu (29/3), antrean penumpang terlihat mengular, baik di area keberangkatan maupun kedatangan. Ratusan calon penumpang memadati ruang tunggu dan jalur pemeriksaan.
Sebagian besar merupakan pemudik yang kembali ke kota asal setelah merayakan Idulfitri di Batam.
Anis, warga Batam Centre, mengaku baru saja mengantar keluarganya yang kembali ke Medan setelah sepekan berlebaran di Batam.
“Besok sudah mulai sekolah, jadi keluarga yang sebelumnya di sini kembali pulang,” ujarnya.
Kondisi serupa disampaikan Liza, warga Pekanbaru, yang baru bisa kembali ke Batam setelah tertahan keterbatasan tiket pada pekan pertama arus balik.
“Minggu lalu tiket penuh. Saya baru dapat minggu ini, jadi harus ambil cuti tambahan,” katanya.
Menurut dia, kondisi tiket kini mulai berangsur normal. Selain ketersediaan kursi yang lebih longgar, harga tiket juga mulai turun.
“Sekarang lebih mudah dapat tiket dan harganya juga lebih terjangkau,” tambahnya.
Direktur Operasi PT Bandara Internasional Batam (BIB), Anton Marthalius, menyebutkan pada Sabtu (28/3) jumlah penumpang mencapai 19.570 orang dengan 126 penerbangan.
“Dari 27 pengajuan extra flight, terealisasi 20 penerbangan,” ujarnya.
Untuk Minggu (29/3), jumlah penumpang masih terus bergerak hingga penerbangan terakhir. Sementara pengajuan extra flight tercatat sebanyak 28 penerbangan dan masih dalam proses realisasi.
“Data penumpang masih dinamis sampai malam ini,” katanya.
Anton menambahkan, arus balik diperkirakan masih terjadi pada Senin (30/3). Maskapai pun telah menyiapkan tambahan penerbangan untuk mengantisipasi lonjakan.
Pelabuhan Sekupang Tembus 25 Ribu Penumpang
Lonjakan arus balik juga terjadi di Pelabuhan Sekupang. Dalam empat hari terakhir, jumlah penumpang yang kembali ke Batam mencapai 25.236 orang.
Kapolsek Kawasan Pelabuhan Batam (KKP), AKP Zharfan Edmond, merinci jumlah tersebut terus meningkat sejak 25 Maret.
“Pada 25 Maret sebanyak 6.038 orang, 26 Maret 6.027 orang, 27 Maret 5.993 orang, dan 28 Maret mencapai 7.172 orang,” ujarnya.
Menurut dia, kepadatan masih berlanjut hingga Minggu seiring berakhirnya masa libur panjang.
Untuk mengantisipasi lonjakan, pengamanan diperketat melalui Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) pasca Operasi Ketupat Seligi 2026.
Personel gabungan dari Polda Kepri dan Polresta Barelang ditempatkan di seluruh pelabuhan, baik domestik maupun internasional.
Selain pengamanan, petugas juga melakukan patroli rutin, pengaturan arus penumpang dan kendaraan, serta pengawasan di titik rawan seperti antrean tiket dan ruang tunggu.
“Kami mengimbau masyarakat tetap tertib, tidak menggunakan jasa calo, dan mengikuti prosedur resmi,” ujarnya.
Pelabuhan Punggur Tambah Armada
Arus balik juga meningkat di Pelabuhan ASDP Telaga Punggur, terutama untuk lintasan jarak jauh seperti Mengkapan dan Kuala Tungkal.
Koordinator Satuan Pengawas Pelayanan BPTD Pelabuhan ASDP Punggur, Widodo, mengatakan sebanyak tujuh kapal dioperasikan untuk melayani lonjakan penumpang.
“Empat kapal untuk lintasan panjang dan tiga kapal untuk lintasan pendek,” ujarnya.
Untuk lintasan Batam–Tanjung Uban, jam operasional diperpanjang hingga pukul 20.00 WIB dari sebelumnya pukul 18.00 WIB.
Sebanyak 23 perjalanan pulang-pergi dilayani setiap hari di rute tersebut.
Sementara itu, rute lain seperti Batam–Kuala Tungkal dan Batam–Mengkapan tetap beroperasi dengan jadwal terbatas.
Meski terjadi peningkatan trafik, pengelola memastikan layanan tetap berjalan terkendali melalui penambahan armada dan penyesuaian jadwal. (*)
Reporter : YASHINTA – YOFI YUHENDRI – ABDUL AZIS
Editor : RATNA IRTATIK