Buka konten ini

BATAM KOTA (BP) – Pelayanan administrasi kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam tetap berjalan normal meski pemerintah menerapkan sistem kerja fleksibel atau Work From Anywhere (WFA) pascalibur Idulfitri 1447 Hijriah.
Pantauan di kantor Disdukcapil Batam, Kamis (26/3) siang, aktivitas pelayanan berlangsung seperti hari biasa. Warga tampak tetap datang mengurus berbagai dokumen, mulai dari KTP, Kartu Identitas Anak (KIA), hingga akta kelahiran dan kematian. Antrean pun terlihat tertib dengan alur pelayanan yang berjalan lancar.
Kepala Disdukcapil Batam, Sri Adisthy Miranti, memastikan kebijakan WFA yang diterapkan selama tiga hari, sejak Rabu hingga Jumat, tidak berdampak terhadap kualitas pelayanan publik.
“Pelayanan tetap normal, tidak ada pengurangan. Aktivitas berjalan seperti biasa,” ujarnya.
Ia menyebutkan, jumlah permohonan dokumen pascalibur Lebaran justru cukup tinggi. Dalam sehari, Disdukcapil Batam melayani sekitar 150 hingga 180 dokumen dari masyarakat.
“Rata-rata 150 sampai 180 dokumen per hari. Itu campuran, mulai dari KIA, KTP, akta kelahiran, akta kematian, hingga surat pindah,” jelasnya.
Dari berbagai layanan tersebut, permohonan yang paling dominan saat ini adalah pembuatan akta kelahiran serta pengurusan KTP dan surat pindah masuk.
Sistem antrean tetap diberlakukan dengan kuota harian sekitar 150 hingga 200 nomor. Namun dalam praktiknya, jumlah pelayanan kerap melampaui kuota tersebut.
“Tadi sampai pukul 12.27 WIB saja sudah lebih dari 100 pelayanan yang kami terima,” katanya.
Jam operasional pelayanan juga tidak mengalami perubahan, yakni mulai pukul 07.30 WIB hingga 15.30 WIB tanpa jeda istirahat, guna memastikan seluruh kebutuhan administrasi masyarakat tetap terlayani.
“WFA tidak memengaruhi kinerja kami. Pelayanan tetap berjalan maksimal,” tegasnya.
Terkait potensi lonjakan pendatang usai Lebaran yang biasanya diikuti dengan peningkatan pengurusan dokumen kependudukan, Sri menyebut hingga saat ini belum terlihat signifikan, khususnya untuk perpindahan penduduk antar daerah.
“Kalau perpindahan belum terlihat dalam dua hari ini. Yang banyak justru perubahan data, seperti penyesuaian alamat RT/RW dan akta kelahiran,” jelasnya.
Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, lonjakan pengurusan dokumen akibat arus pendatang baru biasanya mulai terasa setelah H+7 Lebaran.
“Biasanya mulai ramai setelah H+7,” tambahnya.
Diketahui, Pemerintah Kota Batam menerapkan sistem kerja WFA selama masa transisi pascalibur Lebaran sebelum seluruh aparatur sipil negara kembali bekerja penuh dengan sistem Work From Office (WFO) pada Senin (30/3) mendatang. Meski demikian, sektor pelayanan publik tetap menjadi prioritas agar kebutuhan masyarakat tidak terganggu. (***)
Reporter : M SYA’BAN
Editor : GALIH ADI SAPUTRO