Buka konten ini

BATAM (BP) – PT PLN Batam memastikan keandalan pasokan listrik selama Ramadan hingga Idulfitri tetap terjaga tanpa gangguan berarti, dengan dukungan ratusan personel dan puluhan posko siaga yang tersebar di seluruh wilayah operasional.
Manajer Humas PT PLN Batam, Yoga Perdana Sulastama, mengatakan berbagai langkah telah dilakukan untuk memastikan pasokan listrik tetap stabil selama periode siaga Ramadan dan Idulfitri.
“Sejumlah divisi dan personel kami turunkan untuk memastikan keandalan listrik tetap terjaga selama Ramadan hingga Idulfitri,” ujarnya.
Selain menyiagakan personel, PLN Batam juga membuka posko siaga kelistrikan dengan ratusan personel yang terdiri dari tim pengatur beban, pembangkitan, transmisi, distribusi, hingga dukungan teknis lainnya. Posko tersebut disiapkan untuk merespons cepat apabila terjadi gangguan.
Fokus pengamanan kelistrikan juga diarahkan ke titik-titik vital yang mendukung aktivitas masyarakat, seperti bandara, pelabuhan, masjid, serta fasilitas publik lainnya, terutama selama arus mudik dan perayaan Lebaran.
Yoga menegaskan, langkah tersebut menjadi wujud komitmen PLN Batam dalam menghadirkan kenyamanan bagi masyarakat selama momen Idulfitri.
Secara umum, kondisi kelistrikan sistem Batam-Bintan selama periode siaga 6–31 Maret 2026 berada dalam status normal. Daya mampu pasok tercatat sebesar 880,8 megawatt (MW), dengan prediksi beban puncak tertinggi mencapai 761,0 MW dan cadangan daya sebesar 119,8 MW atau reserve margin 15,7 persen.
Sementara itu, pada periode tertentu selama Ramadan, beban puncak tercatat lebih rendah dengan cadangan daya yang lebih besar. Secara keseluruhan, beban listrik pada RAFI (Ramadan dan Idulfitri) meningkat sekitar 19 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi energi primer, pasokan juga dipastikan dalam kondisi aman. Ketersediaan gas mencapai 133,8 BBTUD dari kebutuhan rata-rata 102 BBTUD, serta cadangan batu bara yang mencukupi untuk mendukung operasional pembangkit.
Untuk mendukung keandalan sistem, PLN Batam juga menyiapkan berbagai peralatan pendukung, seperti kendaraan operasional, genset mobile, gardu portable, hingga trafo mobile yang siap digunakan saat kondisi darurat.
Di luar periode siaga, PLN Batam terus melakukan penguatan infrastruktur kelistrikan seiring pertumbuhan kebutuhan listrik di Batam yang terus meningkat. Saat ini, sistem kelistrikan Batam didukung 11 gardu induk, lebih dari 2.000 gardu distribusi, serta jaringan yang menjangkau hampir 3.000 kilometer.
Dengan jumlah pelanggan mencapai lebih dari 400 ribu, kebutuhan listrik di Batam diproyeksikan terus meningkat, terutama dari sektor industri dan bisnis yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
PLN Batam pun menyiapkan strategi jangka panjang, termasuk pengembangan sistem smart grid, penguatan jaringan distribusi, serta peningkatan sistem pengendalian berbasis SCADA guna memastikan keandalan listrik tetap terjaga di masa mendatang.
“Ke depan, kami terus berupaya meningkatkan kualitas layanan dan infrastruktur agar kebutuhan listrik masyarakat dan industri dapat terpenuhi secara optimal,” ujar Yoga. (*/adv)
Reporter : GALIH ADI SAPUTRO
Editor : FISKA JUANDA