Buka konten ini

LINGGA (BP) – Euforia Idulfitri di Dabo Singkep tak hanya diwarnai hidangan lezat dan silaturahmi. Di balik itu, lonjakan pasien justru terjadi di Puskesmas Dabo, Kecamatan Singkep.
Data mencatat, hipertensi dan infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) kembali menjadi penyakit yang paling dominan selama Lebaran 1447 Hijriah tahun 2026. Masing-masing tercatat sebanyak 8 kasus, menyerang anak-anak hingga orang dewasa.
Kepala Puskesmas Dabo, Jubaidah, menyebut tren ini sudah menjadi pola berulang setiap tahun.
“Biasanya setelah Lebaran, hipertensi dan ISPA memang meningkat,” ujarnya, Kamis (26/3).
Menurutnya, perubahan pola makan dan aktivitas selama hari raya menjadi pemicu utama. Konsumsi makanan berlemak, manis, serta jadwal istirahat yang tidak teratur turut memperburuk kondisi kesehatan masyarakat.
Selain dua penyakit tersebut, kasus diabetes juga tercatat sebanyak 4 pasien. Sementara dyspepsia, myalgia, dan schizophrenia masing-masing sebanyak 3 kasus.
Adapun kasus diare hanya ditemukan satu pasien selama periode tersebut. Meski relatif kecil, petugas tetap mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan makanan.
Jubaidah menekankan pentingnya menjaga pola hidup sehat meski dalam suasana Lebaran.
“Pola makan seimbang dan istirahat cukup sangat penting. Jangan karena Lebaran, kita abai dengan kesehatan,” tegasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala penyakit.
Puskesmas Dabo, kata dia, tetap siaga memberikan pelayanan kepada masyarakat selama masa pascalebaran.
“Masyarakat diharapkan lebih sadar menjaga kesehatan diri dan keluarga,” pungkasnya. (*)
Reporter : VATAWARI
Editor : GUSTIA BENNY