Buka konten ini

BADAN sepak bola Eropa, UEFA, resmi memulai proses disipliner terhadap winger Chelsea FC, Pedro Neto, menyusul insiden yang menimpa seorang ball boy saat laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions UEFA melawan Paris Saint-Germain di Parc des Princes, Rabu (12/3). Chelsea sendiri harus mengakui keunggulan PSG dengan skor telak 2-5.
Ketegangan terjadi di masa injury time. Neto terlihat berusaha cepat mengambil bola agar permainan dapat segera dilanjutkan, namun ia mendorong seorang ball boy hingga terjatuh dari kursi. Aksi ini memicu reaksi pemain kedua tim, dan sempat terjadi adu argumen singkat sebelum situasi kembali kondusif.
UEFA kemudian memastikan bahwa mereka telah membuka penyelidikan terhadap Neto atas dugaan perilaku tidak sportif sesuai regulasi disipliner. Dalam pernyataannya, badan tersebut menyebut akan mempelajari seluruh kejadian sebelum menentukan sanksi yang mungkin dijatuhkan.
Setelah pertandingan, Neto cepat menyampaikan permintaan maaf. Ia menegaskan tindakannya dipicu emosi pertandingan dan tidak mencerminkan karakter aslinya. “Itu hanya momen panas dalam laga. Saya ingin meminta maaf,” ujar pemain asal Portugal berusia 26 tahun, dikutip dari bbc.com.
Neto menjelaskan bahwa niatnya hanya ingin mengambil bola secepat mungkin, namun reaksinya tampak berlebihan. Ia juga sempat berbicara langsung dengan ball boy tersebut dan memberikan jersey sebagai bentuk permintaan maaf. Demi memperjelas situasi karena kendala bahasa Prancis, Neto dibantu rekannya di timnas Portugal, Vitinha.
“Akhirnya dia tertawa. Saya mungkin sudah minta maaf puluhan kali dan dia mengerti,” tuturnya.
Chelsea kini harus segera fokus pada jadwal padat mereka. The Blues akan menjamu Newcastle United di Premier League akhir pekan ini. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO