Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri memaksimalkan penggunaan teknologi digital untuk mengelola arus mudik dan balik Lebaran 2026. Teknologi tersebut digunakan untuk memantau pergerakan kendaraan secara real time sehingga keputusan rekayasa lalu lintas dapat diambil berdasarkan data yang akurat.
Kakorlantas Polri, Irjen Agus Suryonugroho, mengatakan penggunaan teknologi digital tersebut menjadi upaya meningkatkan pengelolaan arus mudik dibandingkan tahun sebelumnya.
“Pada 2026, untuk meningkatkan keberhasilan dari 2025 kemarin, kami sudah menggunakan teknologi digital untuk memantau bagaimana alur traffic counting itu bisa dieksekusi,” kata Agus dalam keterangan resminya, Kamis (12/3).
Ia menjelaskan Korlantas Polri bersinergi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memantau jumlah kendaraan yang melintas di sejumlah titik strategis, terutama di jalan tol.
Dengan sistem tersebut, kebijakan pengaturan lalu lintas tidak lagi didasarkan pada perkiraan, melainkan pada data jumlah kendaraan yang terpantau langsung di lapangan.
“Misalnya ada 3,5 juta kendaraan yang melintas di gerbang tol meninggalkan Pulau Jawa dan Sumatera. Itu bukan lagi berdasarkan perkiraan, tetapi parameter jumlah kendaraan tersebut yang akan menentukan kami melakukan rekayasa lalu lintas,” ujarnya.
Agus menjelaskan, jika dalam satu jam jumlah kendaraan yang melintas di Kilometer 47 mencapai sekitar 5.500 unit, petugas akan segera bersiap menerapkan rekayasa lalu lintas berupa contraflow satu lajur.
“Jika satu jam berturut-turut di Kilometer 47 terdeteksi sekitar 5.500 kendaraan melalui radar Jasa Marga dan teknologi early warning Korlantas, maka kami akan menerapkan contraflow lajur satu,” jelasnya.
Apabila dalam dua jam berturut-turut jumlah kendaraan meningkat hingga 6.400 unit, rekayasa lalu lintas akan ditingkatkan dengan membuka contraflow dua lajur.
Jika kepadatan masih terus terjadi meski contraflow telah diberlakukan, Korlantas akan mengambil langkah lanjutan dengan menerapkan skema one way.
“Kalau contraflow satu dan dua lajur sudah dilakukan tetapi masih padat, kami akan membuka sumbu di Kilometer 70 dan menerapkan one way secara bertahap,” katanya.
Selain itu, Korlantas Polri juga melakukan evaluasi terhadap penerapan rekayasa lalu lintas pada mudik tahun sebelumnya.
Pada mudik 2025, skema one way diberlakukan mulai Kilometer 70 hingga Kilometer 188. Tahun ini, jangkauan kebijakan tersebut diperpanjang hingga Kilometer 236.
Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat distribusi kendaraan sekaligus mengurangi kepadatan arus lalu lintas di jalan tol selama periode mudik dan arus balik Lebaran. (*)
Laporan : JP GROUP
Editor : RATNA IRTATIK