Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Perdagangan aset kripto di Indonesia diyakini terus menunjukkan dinamika yang semakin aktif. Seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi digital, kebutuhan akan informasi pasar yang transparan dan dapat dipercaya juga semakin besar.
Menjawab kebutuhan tersebut, PT Central Finansial X atau CFX sebagai bursa aset kripto berizin di Indonesia mulai merilis laporan bertajuk Perkembangan Data Industri Aset Kripto. Laporan ini direncanakan terbit secara rutin setiap bulan sebagai rujukan bagi masyarakat, pelaku industri, maupun investor dalam memahami kondisi pasar kripto di Indonesia.
Direktur Utama PT Central Finansial X, Subani mengatakan publikasi data tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memperkuat transparansi dalam ekosistem perdagangan aset kripto.
Menurutnya, ketersediaan data yang terbuka dan terverifikasi menjadi faktor penting agar masyarakat dapat memahami pergerakan pasar sebelum mengambil keputusan investasi.
“Sebagai bursa kripto, kami berkomitmen menjaga kualitas ekosistem melalui penyediaan data transaksi yang valid dan transparan. Kami berharap laporan ini dapat menjadi rujukan objektif bagi masyarakat dalam melihat kondisi pasar,’’ujar Subani.
Aktivitas Perdagangan Kripto Februari 2026
Dalam laporan terbaru yang mencakup periode 1“28 Februari 2026, CFX mencatat aktivitas perdagangan kripto yang cukup besar di dalam ekosistemnya.
Saat ini terdapat 1.457 aset kripto serta 127 kontrak derivatif aktif yang diperdagangkan melalui 25 Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang telah terdaftar di bursa tersebut.
Dari sisi nilai transaksi, pasar spot mencatat volume perdagangan mencapai Rp 24,33 triliun sepanjang Februari 2026. Sementara itu, transaksi di pasar derivatif juga menunjukkan aktivitas signifikan dengan total volume Rp 3,88 triliun.
Jika digabungkan, total nilai transaksi kripto di ekosistem CFX pada periode tersebut mencapai lebih dari Rp 28 triliun.
Lima Kripto Paling Aktif Diperdagangkan
Laporan CFX juga menyoroti sejumlah aset kripto dengan volume perdagangan terbesar sepanjang Februari. Lima aset digital yang paling aktif diperdagangkan meliputi: Tether (USDT), Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Pippin (PIPPIN) dan Solana (SOL).
Dominasi aset kripto global seperti Bitcoin, Ethereum, dan Solana menunjukkan bahwa investor Indonesia masih menjadikan aset-aset utama sebagai pilihan utama dalam perdagangan kripto.
Subani menjelaskan bahwa laporan industri ini melengkapi berbagai informasi pasar yang sebelumnya telah tersedia di situs resmi CFX. Salah satunya adalah Daftar Aset Keuangan Digital (DAKD) yang berisi daftar aset kripto yang legal untuk diperdagangkan di Indonesia.
Selain itu, masyarakat juga dapat mengakses ringkasan data pasar yang menampilkan informasi seperti frekuensi transaksi, volume perdagangan harian, hingga pergerakan harga acuan aset kripto di pasar spot maupun derivatif.
Dengan semakin terbukanya akses terhadap data tersebut, CFX berharap masyarakat dapat memiliki referensi yang lebih jelas sebelum memutuskan berinvestasi di aset digital.
Masyarakat yang ingin berinvestasi di aset kripto,†kata Subani.
Ke depan, CFX menyatakan akan terus menambah berbagai instrumen data pasar yang relevan agar masyarakat memiliki akses informasi yang lebih luas mengenai perkembangan industri aset kripto di dalam negeri. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI