Buka konten ini

ANAMBAS (BP) – Kantor Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) di Pulau Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas, dibobol maling, Selasa (10/3). Dalam kejadian tersebut, satu unit kamera yang digunakan untuk pelayanan pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dilaporkan hilang.
Aksi pencurian itu pertama kali diketahui oleh seorang staf yang datang lebih awal untuk membuka kantor sebelum pegawai lainnya.
Saat membuka kantor dan membersihkan ruangan, staf tersebut mendapati salah satu ruangan dalam kondisi berantakan. Temuan itu kemudian dilaporkan kepada Kepala UPTD Disdukcapil Jemaja, Fadhillah Amir.
“Ketika membuka kantor dan membersihkan ruangan, staf saya kaget karena salah satu ruangan sudah berantakan. Setelah dicek, kamera pelayanan sudah hilang,” ujar Fadhillah Amir saat dikonfirmasi, Rabu (11/3).
Fadhillah menjelaskan, kamera tersebut merupakan perangkat penting yang digunakan dalam pelayanan pembuatan KTP bagi masyarakat di wilayah Jemaja.
Setelah dilakukan pengecekan, diduga pelaku masuk ke dalam kantor dengan cara mencongkel jendela bangunan. Pencurian diperkirakan terjadi pada Senin malam hingga menjelang subuh pada Selasa pagi.
Hal itu diperkuat dengan fakta bahwa perangkat kamera tersebut masih berada di kantor hingga Senin sore, sebelum seluruh pegawai pulang.
“Kemungkinan pencurian terjadi pada Senin malam hingga menjelang subuh Selasa. Karena perangkat itu masih ada di kantor sampai Senin sore sebelum pegawai pulang,” jelasnya.
Sementara itu, pihak kepolisian dari Polsek Jemaja telah menerima laporan terkait kejadian tersebut.
Kanit Reskrim Polsek Jemaja, Icuk Yamin, mengatakan setelah menerima laporan pihaknya langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan di tempat kejadian perkara (TKP).
“Begitu laporan kami terima, kami langsung menuju TKP dan meminta keterangan dari sejumlah pegawai yang berada di kantor terkait hilangnya kamera tersebut,” kata Icuk Yamin.
Selain melakukan olah TKP, polisi juga mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi guna mengetahui kronologi kejadian secara lebih rinci. (***)
Reporter : Ihsan Imaduddin
Editor : GUSTIA BENNY