Buka konten ini

ANAMBAS (BP) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tarempa memprediksi kondisi cuaca di wilayah Kabupaten Kepulauan Anambas selama periode arus mudik Lebaran berpotensi disertai hujan serta gelombang laut yang cukup tinggi.
Periode H-7 arus mudik diperkirakan dimulai pada Jumat, 13 Maret 2026 hingga puncaknya pada Kamis, 19 Maret 2026. Pada rentang waktu tersebut, masyarakat diminta mewaspadai perubahan cuaca yang dapat memengaruhi aktivitas pelayaran.
BMKG memprediksi kondisi cuaca pada 13 hingga 19 Maret didominasi cerah berawan hingga berawan dengan potensi hujan ringan sampai sedang, terutama pada siang hingga malam hari. Hujan yang terjadi umumnya bersifat lokal dan berdurasi singkat.
Untuk kondisi gelombang laut, BMKG memperkirakan tinggi gelombang di perairan Anambas dan Laut Natuna Utara berkisar antara 1 hingga 2,5 meter selama periode arus mudik.
“Ketinggian ini masuk kategori gelombang sedang yang tetap perlu diwaspadai oleh kapal berukuran kecil hingga menengah,” ujar Prakirawan BMKG Tarempa, Agus Sugandi, Selasa (10/3).
BMKG memperkirakan puncak gelombang tertinggi berpotensi terjadi pada 17 hingga 18 Maret 2026, dengan ketinggian mencapai 2 hingga 2,5 meter di sejumlah wilayah perairan terbuka. Kondisi ini dipicu oleh peningkatan kecepatan angin di wilayah Laut Natuna Utara.
Pada hari-hari lainnya, tinggi gelombang diperkirakan berkisar antara 1 hingga 2 meter. Meski demikian, tinggi gelombang masih berpotensi meningkat sewaktu-waktu jika terjadi perubahan arah dan kecepatan angin.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kepulauan Anambas, Nurullah, mengingatkan seluruh operator kapal agar meningkatkan kewaspadaan selama periode arus mudik.
Ia menegaskan informasi cuaca dari BMKG harus menjadi acuan utama sebelum kapal melakukan pelayaran, terutama ketika kondisi gelombang mengalami peningkatan.
“Kami mengimbau operator kapal rutin memantau informasi cuaca dari BMKG sebelum berlayar. Keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama, terlebih saat arus mudik,” ujarnya.
Selain itu, setiap kapal diminta memastikan kelengkapan peralatan keselamatan seperti jaket pelampung serta memastikan jumlah penumpang tidak melebihi kapasitas.
“Jangan sampai kapal berangkat dalam kondisi tidak layak atau membawa penumpang melebihi kapasitas. Hal ini penting untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan selama perjalanan,” katanya.
Para nakhoda kapal juga diminta tidak memaksakan pelayaran apabila kondisi cuaca di laut tidak aman. (***)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GUSTIA BENNY