Buka konten ini
SEORANG pemuda ditemukan tewas bersimbah darah di sebuah kamar kos di kawasan Perumahan Family Dream, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Selasa (10/3) siang. Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan sebilah pisau tertancap di bagian kepala.
Peristiwa tersebut menggegerkan warga sekitar dan para penghuni kos. Informasi yang dihimpun di lokasi menyebutkan korban diduga menjadi korban pembunuhan yang dilakukan oleh seorang pria yang merupakan temannya sendiri. Keduanya diketahui sama-sama berasal dari kawasan Batu Besar.
Dugaan sementara, aksi pembunuhan itu dipicu persoalan pribadi yang berkaitan dengan rasa cemburu. Namun hingga kini motif pasti masih didalami oleh pihak kepolisian.
Peristiwa itu bermula ketika salah seorang penghuni kos yang bekerja di hanggar bandara tengah membereskan barang-barangnya karena hendak pindah tempat tinggal. Saat itu, terduga pelaku yang diketahui bernama M. Yusuf sempat membantu membereskan barang-barang di kamar tersebut.
Sementara itu, korban berada di dalam kamar dan tengah tertidur di atas kasur. Secara tiba-tiba pelaku diduga menyerang korban menggunakan senjata tajam secara berulang kali.
Serangan tersebut sempat berusaha dilerai oleh penghuni kos yang berada di kamar tersebut. Namun karena kejadian berlangsung cepat, korban akhirnya terkapar bersimbah darah.
Usai kejadian, pelaku sempat meninggalkan lokasi. Namun tidak lama kemudian, ia mendatangi kantor polisi dan menyerahkan diri kepada pihak kepolisian.
Kanit Reskrim Polsek Nongsa, Rahmad Susanto, membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, pihak kepolisian telah mengamankan terduga pelaku untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
“Korban saat ini sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan visum,” ujarnya.
Rahmad menambahkan, penyidik masih mendalami motif pembunuhan tersebut dengan memeriksa sejumlah saksi yang berada di lokasi saat kejadian.
“Untuk motif masih kami dalami,” katanya.
Polisi juga masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap secara jelas latar belakang peristiwa tersebut, termasuk dugaan adanya hubungan pribadi antara pelaku dan korban sebagai pasangan sejenis. (***)
Reporter : YASHINTA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO