Buka konten ini

ANAMBAS (BP) – Harapan masyarakat Kabupaten Kepulauan Anambas dan Natuna untuk mendapatkan tambahan kapal PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) pada arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah pupus. Pelni memastikan tidak ada penambahan armada pada rute Kijang–Anambas–Natuna–Pontianak maupun sebaliknya.
Dengan keputusan tersebut, hanya satu kapal yang melayani rute tersebut, yakni KM Bukit Raya. Kapal ini tetap beroperasi sesuai jadwal yang telah ditetapkan sebelumnya.
Kondisi ini berbeda dengan periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) dalam tiga tahun terakhir, ketika Pelni menambah kapal meskipun jumlah penumpang tidak sebanyak saat mudik Lebaran.
Kepala Cabang Pelni Tanjungpinang, Putra Kencana, mengatakan pihaknya tidak menyiapkan tambahan kapal maupun kursi penumpang pada periode mudik Lebaran tahun ini.
“Untuk penambahan seat peak season memang tidak ada. KM Bukit Raya masih tetap masuk sesuai jadwal yang sudah dipublikasi,” ujar Putra Kencana, Minggu (8/3).
Ia menjelaskan, masyarakat yang ingin menggunakan layanan Pelni dapat membeli tiket melalui aplikasi Pelni Mobile. Dalam sistem tersebut, setiap penumpang akan mendapatkan nomor tempat duduk.
Menurutnya, Pelni tidak menjual tiket tanpa tempat duduk atau non-seat demi menjaga keselamatan dan kenyamanan penumpang selama pelayaran.
Sementara itu, dalam jadwal terbaru, KM Bukit Raya tidak singgah di Natuna dan Anambas saat berangkat menuju Kijang dari Surabaya untuk mengangkut pemudik.
Kapal tersebut dijadwalkan berlayar dari Surabaya menuju Pontianak pada 10 Maret. Setelah itu, kapal langsung melanjutkan perjalanan ke Kijang.
Padahal pada rute normal sebelumnya, KM Bukit Raya biasanya menyinggahi Natuna dan Anambas terlebih dahulu sebelum tiba di Kijang.
Perubahan rute ini membuat kapal tidak dapat mengangkut penumpang dari Natuna dan Anambas yang ingin menuju Kijang menjelang musim mudik Lebaran.
Selanjutnya, kapal baru akan kembali berlayar dari Kijang menuju Anambas, Natuna hingga Pontianak pada 14 Maret.
Kondisi tersebut membuat masyarakat di wilayah Anambas dan Natuna tidak memiliki banyak pilihan transportasi laut murah untuk bepergian saat arus mudik.
Salah seorang warga Tarempa, Antoni, mengaku kecewa karena tidak ada kapal Pelni yang singgah di Anambas pada musim mudik tahun ini.
“Sangat disayangkan tidak ada kapal Pelni yang singgah ke Anambas di musim mudik. Kami ingin juga naik itu, soalnya harganya murah dibandingkan ferry,” ujarnya.
Antoni berharap Pelni dapat mengevaluasi kebijakan tersebut. Menurutnya, banyak masyarakat yang membutuhkan kapal Pelni karena tarifnya lebih terjangkau dibandingkan kapal ferry.
Ia mencontohkan biaya mudik menggunakan ferry cukup mahal, terutama bagi keluarga yang bepergian bersama.
“Kami sekeluarga ada lima orang. Kalau naik ferry ke Tanjungpinang saja hampir Rp2,5 juta sekali jalan. Belum lagi dari Tanjungpinang ke Lingga. Bisa sampai Rp5 juta sekali jalan. Kalau ada Pelni tentu lebih murah,” pungkasnya. (***)
Reporter : Ihsan Imaduddin
Editor : GUSTIA BENNY