Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Platform investasi saham Stockbit mencatatkan nilai transaksi saham senilai Rp 107 triliun per Februari 2026, atau tumbuh 600 persen year on year (yoy) dibandingkan senilai Rp 17 triliun pada periode sama tahun 2025.
”Pertumbuhan ini mencerminkan akselerasi adopsi serta meningkatnya kepercayaan investor, sekaligus mengukuhkan posisi Stockbit sebagai platform investasi saham nomor satu di Indonesia,” ujar HR Manager Stockbit dan Bibit Jhohanes Silalahi dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (7/3).
Dia menjelaskan, keunggulan Stockbit yaitu kombinasi antara kemudahan akses dan kedalaman fitur, serta mengintegrasikan komunitas diskusi investor secara real-time, yang memungkinkan pengguna bertukar insight berbasis data dan sentimen pasar secara langsung. ”Fitur keamanan seperti autentikasi biometrik dan sistem perlindungan akun berlapis semakin memperkuat kepercayaan pengguna terhadap platform ini,” ujar Jhohanes.
Sementara itu, platform investasi reksa dana dan obligasi yaitu Bibit, telah diunduh sebanyak dua juta kali dalam setahun, dengan sekitar 1,7 juta portofolio investasi aktif sedang direncanakan melalui aplikasi ini. ”Capaian ini memperkuat posisi Bibit sebagai salah satu aplikasi investasi paling dipercaya di Tanah Air,” ujarnya.
Di balik performa Stockbit dan Bibit, dia menjelaskan, tidak terlepas dari aspek adanya ruang tumbuh bagi para talenta digital yang ingin membangun karier bermakna di bidang teknologi dan keuangan.
”Bekerja di lingkungan yang produknya digunakan jutaan orang berarti setiap baris kode yang dituliskan, setiap desain fitur, setiap diskusi dan eksperimen, dan setiap keputusan produk memiliki dampak nyata terhadap peningkatan literasi dan inklusi finansial masyarakat Indonesia,” ujar Jhohanes.
Dia meyakini talenta terbaik tidak hanya mencari tempat bekerja, namun juga mencari tempat belajar, bereksperimen, dan membangun sesuatu yang berdampak luas. ”Di Stockbit dan Bibit, setiap individu diberi ruang untuk berkembang sekaligus berkontribusi pada misi besar memperluas akses investasi yang aman, mudah, dan seamless bagi masyarakat Indonesia,” ujar Jhohanes.
Ia menjelaskan, salah satu value terpenting perseroan adalah mendorong ownership dari setiap anggota tim atas inovasi produk dan layanan yang dilakukan. ”Seperti ekosistem startup pada umumnya, kami menjanjikan lingkungan yang dinamis dan penuh kesempatan. Kami membangun budaya yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada pelanggan,” katanya.
Ia melanjutkan, talenta digital yang ingin mengasah kemampuan di bidang teknologi dan investasi di pasar modal akan menemukan tantangan yang relevan sekaligus kesempatan pembelajaran yang berkelanjutan di sini. ”Pertumbuhan bisnis kami sepanjang 2025 juga membuka semakin banyak ruang bagi talenta untuk berkembang dan tumbuh bersama perusahaan,” ujar Jhohanes.
Dengan visi memperluas inklusi keuangan dan membangun ekosistem investasi digital yang terpercaya, pihaknya membuka pintu bagi talenta digital terbaik Tanah Air untuk menjadi bagian dari perjalanan mereka. ”Pertumbuhan strategi bisnis kami di 2026 mendorong kebutuhan akan lebih banyak talenta muda yang siap berinovasi dan memberikan dampak nyata bagi industri. Karena pada akhirnya, membangun masa depan finansial Indonesia bukan hanya soal teknologi, tetapi tentang orang-orang di baliknya,” ujar Jhohanes. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI