Buka konten ini

SINGAPURA (BP) — Singapura menyiapkan penerbangan khusus menuju Muscat, Oman, bagi wisatawan asing yang terdampak gangguan penerbangan akibat penutupan ruang udara di Timur Tengah.
Menurut Singapore Tourism Board (STB), penerbangan Singapore Airlines SQ8002 dijadwalkan lepas landas dari Bandara Changi pada pukul 05.30 waktu setempat, Minggu, 8 Maret 2026.
Sebelumnya, pesawat yang sama akan melakukan penerbangan repatriasi dari Muscat ke Singapura pada 7 Maret, membawa pulang warga Singapura yang terjebak di Timur Tengah. Setelah menurunkan penumpang di Singapura, pesawat akan kembali ke Muscat keesokan paginya.
“Penerbangan ini khusus bagi wisatawan non-residen yang saat ini berada di Singapura dan mengalami pembatalan perjalanan antara 28 Februari hingga 8 Maret akibat penutupan ruang udara di Timur Tengah,” kata STB seperti dikutip dari CNA.
Harga tiket dibanderol S$600 (sekitar US$470) per kursi, dengan penempatan kursi acak, meski upaya akan dilakukan untuk mengelompokkan keluarga bersama. Anak-anak berusia dua tahun ke atas wajib memiliki kursi sendiri dan dikenai tarif sama.
Penumpang juga wajib memastikan memiliki dokumen perjalanan dan visa masuk Oman. Mereka yang berminat mengikuti penerbangan ini diminta mendaftar paling lambat pukul 09.00 pada 7 Maret melalui situs resmi www.stb.gov.sg.
Sama seperti penerbangan repatriasi sebelumnya, layanan makan di SQ8002 tidak dibedakan berdasarkan kelas kabin, hanya tersedia pilihan menu daging atau non-daging. Setiap penumpang mendapat jatah bagasi 30 kg dan tidak diperbolehkan membeli tambahan bagasi. Hewan peliharaan juga tidak diizinkan dibawa. Penumpang pun tidak bisa mengumpulkan atau menukar poin miles untuk biaya tiket.
STB menyediakan informasi lebih lanjut melalui hotline 1800 736 2000 atau email [email protected].
Penutupan ruang udara ini menyusul serangan misil dan drone di Timur Tengah yang mengganggu penerbangan di berbagai negara. Banyak maskapai terpaksa membatalkan atau mengubah rute, meninggalkan wisatawan terjebak dan menuntut penyesuaian jalur penerbangan antara Asia, Eropa, dan Teluk. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO